Pjs. General Manager PT KPI RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto menjelaskan bahwa simulasi juga bertujuan menanamkan prosedur penanganan yang tepat jika terjadi keadaan darurat.
"Terus terang kami tidak berharap kejadian sesungguhnya. Namun perlu dipahami, yang kami jaga adalah kilang minyak," kata Novie.
Dalam artian, tidak boleh ada kebocoran karena bisa berdampak pada kebakaran lebih lanjut dalam kawasan kilang. Mengingat, kilang Balikpapan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG untuk masyarakat.
"Kondisi darurat tentunya tidak kami harapkan. Jadi kami bersiap-siap terhadap berbagai hal yang tak kami inginkan," ujarnya.
Simulasi kali ini melibatkan berbagai stakeholder termasuk Kepolisian dan Masyarakat Siaga Bencana. Tampak juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
"Alhamdulillah, simulasi ini kami persiapkan dengan baik. Mudah-mudahan peristiwa sesungguhnya tidak terjadi," imbuhnya seraya berharap.
Kendati begitu, pelaksanaan simulasi turut menjadi bahan evaluasi. Mulai dari urutan peristiwa hingga penanganan dari Manajemen RU V maupun tim garis depan pada kilang.
"Juga rekan-rekan dari stakeholders seperti kepolisian yang bisa berkoordinasi sehingga penanganan demonstrasi juga tertangani," sebutnya.
Novie menerangkan simulasi yang menggambarkan penanganan suatu kebocoran gas. Namun terjadi eskalasi berupa ledakan yang memicu kebakaran, kemudian berdampak pada pekerja yang menjadi korban hingga harus mendapat rujukan ke rumah sakit di Jakarta. Bahkan ledakan itu juga berdampak kepada masyarakat sekitar hingga terjadi demonstrasi.
"Mudah-mudahan dengan skenario tersebut, semua potensi yang bisa terjadi, dapat menggambarkan apa yang harus kami tangani selanjutnya," tuturnya.
Sebagai informasi, keadaan darurat level 3 merupakan tingkatan paling tinggi. Sehingga, KPI RU V Balikpapan mengerahkan sekitar 70 persen sumber daya yang mereka miliki.
"Tertinggi di level 3 karena memberikan dampak hingga ke bisnis Pertamina," pungkas Novie.