Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Balikpapan Ahmad Muzakkir dalam kegiatan tersebut mencatat lima poin resiko yang akan mendorong inflasi, diantaranya terkait dengan curah hujan, produksi lokal, harga energi meningkat di pasar global dan tren harga emas di pasar global, serta fluktuatif mata uang.
Dengan sejumlah poin tersebut pemkot berupaya untuk mengengendalikan inflasi ini dengan memperkuat keterjangkauan pangan. "Kami juga akan mengoptimalkan anggaran dengan meminta OPD mengoptimalkan mendukung pengendalian inflasi," ujar Muzzakir kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Yang tak kalah penting saat ini yaitu komunikasi efektif dengan masyarakat untuk bisa melakukan penanaman pangan dilingkungan mereka masing-masing juga kerjasama yang mana mereka meminta untuk dilakukan identifikasi untuk menyampaikan potensi yang ada di Balikpapan sehingga daerah luar juga bisa berminat bekerja sama dengan Balikapapan sesuai dengan keperluan mereka.
Selanjutnya penyediaan cold storage, tempat menyimpan produk juga harus disiapkan dengan baik demi menjaga saat stok pangan berlebihan, menjaga kualitas dan kuantitas. Selain itu juga membuat aplikasi penyebaran informasi untuk menyampaikan hal tersebut. "Yang terakhir kami juga mempercepat toko penyeimbang mudah-mudahan bisa diresmikan besok karena sudah siap 99 persen," tutup Muzzakir.
Editor: Aspian Nur