Satu diantara langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menggelar Indonesia Climate Change Expo & Forum 2024 (ICCF) yang berlangsung di Balikpapan sebagai bagian dari persiapan Indonesia menuju COP 2029 di Baku, Azerbaijan.
Ketua Harian 1 FOLU Net Sink Ruandha Agung Sugardiman kepada Korankaltim.com Jumat (20/9/2024) hari ini menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya mempersiapkan Indonesia untuk membangun Indonesia Pavilion di konferensi perubahan iklim internasional tersebut. Menurut Ruandha, Balikpapan dipilih sebagai tuan rumah karena statusnya sebagai kota strategis terkait dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Balikpapan menjadi magnet global karena dekat dengan IKN. Dengan diadakannya ICCF 2024 di sini, kami berharap persiapan Indonesia menuju COP 2029 dapat berjalan lebih baik, dan perhatian dunia tertuju pada kontribusi Indonesia dalam perubahan iklim," kata Ruandha.
ICCF 2024 dirancang sebagai platform untuk memamerkan best practices Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dari lima sektor utama, yakni energi, limbah, industri, pertanian, dan kehutanan. Salah satu pencapaian yang disorot adalah keberhasilan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mengurangi 30 juta ton emisi CO2 yang mendapat apresiasi dari World Bank, berupa insentif sebesar 103 Juta USD, setara dengan Rp1,6 Miliar.
"Kaltim satu diantara provinsi yang berhasil mengurangi emisi CO2 secara signifikan, dan apresiasi dari World Bank menunjukkan pengakuan internasional atas upaya ini," ujar Ruandha.
Selain itu, Indonesia melalui ICCF 2024 juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi, masyarakat, pemerintah, serta generasi muda. Ruandha menegaskan bahwa generasi muda memainkan peran penting dalam melawan perubahan iklim.
"Generasi muda adalah kunci dalam pengendalian perubahan iklim. Kita melibatkan anak-anak sekolah, mahasiswa, hingga para pemuda dalam program ini," jelasnya.
Dengan target COP 2029, Indonesia berkomitmen untuk terus menurunkan emisi gas rumah kaca dan mempromosikan inovasi di bidang energi terbarukan serta penggunaan lahan berkelanjutan.
Kegiatan ICCF 2024 di Balikpapan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk menampilkan inovasi-inovasi di tingkat nasional dan internasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam diskusi global tentang perubahan iklim.
"Kita harus bersyukur Indonesia mampu mencapai penurunan emisi yang signifikan, dan ini akan kita tunjukkan kepada dunia di COP 2029," pungkas Ruandha.
Editor: Aspian Nur