Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Balikpapan Makta, pada Rabu (18/9/2024).
"Kami belum bisa memastikan angkanya, karena rekapitulasi baru akan dilakukan besok. Saat ini kami sedang menyusun hasil Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di tingkat kecamatan," kata Makta kepada Korankaltim.com.
Ia menyebutkan bahwa beberapa perubahan dalam daftar pemilih berpotensi menurunkan jumlah total. Faktor utama di antaranya adalah warga yang pindah domisili atau meninggal dunia.
"Kami sedang melakukan penyesuaian data, termasuk mereka yang pindah domisili ke luar kota atau telah meninggal. Ada juga warga dari luar daerah yang kini berdomisili di Balikpapan sesuai KTP, sehingga mereka terdaftar sebagai pemilih di sini," lanjut Makta.
Meski ada pengurangan data, pihak KPU meyakinkan bahwa rekapitulasi yang akan berlangsung Kamis (19/9/2024) besok, akan memberikan gambaran lebih jelas terkait jumlah pemilih yang valid.
"Ada kemungkinan penurunan jumlah pemilih, namun angka pastinya baru akan diketahui setelah rekapitulasi," ujarnya.
Terkait kategori pemilih, Makta menyebutkan bahwa kelompok usia muda mendominasi daftar pemilih di Balikpapan. "Pemilih muda menjadi kelompok terbanyak, namun klasifikasi lebih detail akan segera kami sampaikan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Makta menegaskan bahwa hingga saat ini, proses penetapan DPT hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Setiap tanggapan yang muncul dalam tahap rekapitulasi di tingkat kelurahan dan kecamatan telah ditangani dengan baik.
"Sampai saat ini, tidak ada masalah serius. Semua tanggapan dan masukan yang masuk langsung ditindaklanjuti di tingkat kelurahan dan kecamatan," ujarnya lagi.
Ia juga memastikan bahwa KPU Balikpapan terus menganalisis data pemilih secara serius untuk memastikan keabsahan data. "Kami rutin memeriksa potensi data yang tidak valid, dan hingga saat ini belum ada masalah besar terkait validitas data pemilih," tutupnya.
Editor: Supiansyah