Menhub bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyaksikan proses uji coba tersebut yang merupakan bagian dari proving flight, proses operasional untuk memastikan kesiapan rute penerbangan baru.
Dalam uji coba tersebut, tidak hanya landasan pacu yang diuji tetapi juga jalur udara di sekitar bandara. Desain jalur-jalur udara ini telah diperhitungkan untuk menghindari potensi konflik dengan bandara di Balikpapan dan Samarinda.
"Yang kami lakukan sekarang semacam proving flight karena yang dibuat tidak hanya runway, tetapi jalur-jalur udaranya. Semua sudah didesain supaya tidak konflik dengan bandara di Balikpapan dan Samarinda. Jadi nanti pada saat digunakan dengan frekuensi padat di ruang udara sudah tidak terjadi konflik," ungkap Budi.
Proving flight bertujuan untuk memastikan landasan pacu dan jalur udara berfungsi dengan baik dalam kondisi operasional. Hal ini termasuk menguji kesesuaian dan integrasi sistem navigasi udara.
Setelah uji coba ini akan dilakukan berbagai asesmen tambahan terkait keselamatan dan keamanan penerbangan. Proses ini penting untuk memastikan bahwa bandara siap beroperasi dengan frekuensi penerbangan yang padat tanpa menimbulkan masalah.
Sementara Basuki mengatakan saat ini pembangunan runway Bandara IKN telah mencapai panjang 1.025 x 30 meter. "Walaupun dengan kondisi gerimis saat uji coba tapi bisa mencapai 1.025 meter yang targetnya nanti awal September menjadi 2.200 meter sehingga bisa didarati pesawat jet B737," sebut Basuki.
Editor: Aspian Nur