Kakak Hayren, Khairul Fatjeri mengatakan awal mula Haryen menghilang saat adiknya tersebut izin untuk pergi kemping bersama teman-temannya pada Minggu 4 Februari siang.
Seperti pelajar yang akan berkamping, Haryen meninggalkan rumah dengan menggunakan motor dan membawa perlengkapan seperti tas dan pakaian ganti. Akan tetapi hingga 4 Februari 2024 malam, sang ibu yang merasa khawatir sempat menanyakan keberadaan anak bungsunya tersebut karena sampai malam tak kunjung pulang.
Dalam kondisi tersebut, Khairul Fatjeri menenangkan ibunya sembari mengatakan pada ibunya bahwa jika kemping sudah dapat di pastikan itu akan bermalam. “Saya bilang ke ibu, namanya kemping pasti menginap, jadi enggak perlu khawatir,” ujar Khairul kepada KoranKaltim.com, Minggu (4/9/2024).
Namun hingga Senin, 5 Februari 2024, Hayren tak kunjung pulang. Bahkan nomor ponsel yang dia gunakan juga tak dapat dihubungi lagi.
Hal itu sontak membuat dirinya beserta sang ibu khawatir akan keberadaan Haryen. Mendapati hal tersebut, dirnya berinsiatif mencari keberadaan adiknya tersebut namun tak juga menemukan titik terang.
Atas kejadian tersebut tepatnya pada Selasa, 6 Februari 2024, dirinya melaporkan kejadian hilangnya adiknya tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polresta Balikpapan. Tak sampai disitu, dirinya juga membuat laporan kehilangan adinya tersebut ke Mapolda Kaltim.
"Alhamdulillah, laporan sudah saya sampaikan dan langsung ditindaklanjuti oleh Jatanras Polda Kaltim,” jelasnya.
Berdasarkan penelusuran, dirinya sempat mendapatkan jejak motor yang digunakan Hayren. Akan tetapi dalam kondisi sudah dijual kepada seorang pria di Balikpapan Barat dengan harga Rp1,5 juta.
Dari informasi yang diterima pembeli motor tersebut, ia mengaku tak mengenal identitas penjual motor tersebut, dan mengaku berkenalan dengan penjual motor lewat Facebook, kemudian bertemu di kawasan Balikpapan Regency.
"Dan sempat juga dilacak handphone adik saya itu oleh Jatanras Polda Kaltim. Namun saat di dapati handphone itu bukan di pegang oleh adik saya lagi, melainkan sudah di jual ke orang lain,"jelasnya.
Megenai hilangnya adiknya tersebut, Khairul Fatjeri menduga bahwa adiknya tersebut pergi dengan pria berinisial OAH, duda beranak satu, yang sempat tinggal tak jauh dari rumah korban.
OAH merupakan perantau dari Grobogan, Jawa Tengah. Ia sempat tinggal tak jauh dari rumah yang ia tinggali. Bahkan, anak OAH sempat dijaga oleh sang ibu dan sang adik ketika OAH sedang bekerja sebagai kuli.
"Ibu saya iba karena melihat anaknya suka dibawa ke tempat kerja. Makanya ibu berinisiatif membantu menjaga anak itu sambil jualan di warung,” katanya.
Ia menduga, antara keduanya memiliki hubungan dekat, hal ini dikuatkan dengan cerita teman adiknya di tempat magang yang mengaku sang adik kerap menjalin komunikasi dengan OAH.
"Karena tak kunjung pulang, saya sempat mencari informasi ke tempat dia magang. Di situ ada yang cerita kalau adik saya sedang dekat dengan seorang pria, duda beranak satu,” bebernya.
Kecurigaan kepada OAH itu juga makin kuat setelah kejadian itu, OAH tak pernah menampakkan batang hidungnya dan nomor ponselnya pun tak bisa dihubungi.
Tak sampai disitu, bahkan dirinya sempat meminta tolong kepada temannya, untuk mendatangi rumah OAH di Grobogan, Jawa Tengah. Akan tetapi Ibunya OAH ini tak pernah menghubungi sejak meninggalkan rumah.
Ia berharap kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan adiknya tersebut untuk menghubungi nomor kontaknya. "Kami minta tolong jika ada yang melihat adik saya agar segera menghubungi nomor ini +62 858-2166-6621," pungkas Khairul.
Editor: Aspian Nur