Pemilik rumah, Ririn (35) menyadari musibah yang menimpanya itu usai mendengar suara keras yang menghantam dinding rumah di bagian belakang. "Habis santap sahur itu belum ada kejadian apa-apa. Kami tidur lagi, nah pas pagi ada suara "bruakk" dari arah belakang," kata Ririn kepada korankaltim.com.
Ririn yang terbangun pun segera memeriksa bagian belakang rumahnya. Saat itu, Ririn mendapati air bercampur pasir dan lumpur telah masuk ke dapur. "Kaca belakang itu juga pecah, airnya masuk dari situ," ujarnya.
Akibat dari musibah yang dialami Ririn, dua kamar tidur, satu ruang dapur serta ruang MCK pun rusak.
"Gak ada yang luka, Alhamdulillah. Untuk sementara masih bertahan di sini, bersih-bersih pasir dan lumpur yang masuk ke dalam rumah ini," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 47, Arman mengatakan, ambruk nya siring sepanjang 15 meter dengan tinggi 4 meter tersebut akibat meluapnya air pasca hujan deras yang melanda sejak subuh hari. "Sudah seminggu yang lalu ini sudah memang trouble, ditambah lagi hujan deras tadi pagi. Air yang turun luber karena drainasenya juga belum ada," kata Arman.
Arman berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mengatasi kondisi darurat ini. Meski begitu, Arman memastikan warga tetap siap untuk bergotong royong membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah warganya itu. "Kita nunggu dulu, kalau dievakuasi sekarang dan belum ada material kita belum bisa, takutnya malah tambah parah nanti," pungkasnya.
Editor: Maruly Z