Bahkan awalnya warga sempat mengira, bunyi yang terdengar merupakan hujan. Salah seorang korban kebakaran, Suwoto mengatakan, musibah kebakaran yang menghangsukan rumahnya itu terjadi saat ia akan melaksanakan salat subuh.
"Saya kira itu bunyi meletek-meletek (hujan). Pas saya lihat keluar, asap sudah ngepul, saya langsung lari keluar (rumah) bawa anak-anak," kata Suwoto.
Dia yang tinggal bersama empat anggota keluarga nya pun bergegas keluarga dari rumah untuk menyelamatkan diri. Api, lanjut Suwoto saat itu terlihat dari rumah salah seorang tetangganya yang saat itu ditinggal pemiliknya.
"Rumah itu dititipin ke orang. Gak tahu kemana yang punya (rumah), yang pasti ada yang nempati itu," ujarnya.
Warga lainnya, Suprihatin pun mengalami hal serupa. Saat keluar dari rumah, Suprihatin yang berupaya menyelamatkan anggota keluarganya itu telah melihat sejumlah puing-puing kebakaran berjatuhan.
"Pas selesai santap sahur kejadiannya. Saya langsung lari bawa anak-anak keluar," kata Suprihatin.
Wanita asal Lamongan, Jawa Timur itu pun saat ini tak bisa berbuat banyak. Rumah yang ditempati nya sejak tahun 2014 ludes dilalap si jago merah subuh tadi.
"Ada rumah kakak di sini, cuma habis juga terbakar. Gak tau ini nanti mau tinggal dimana, barang-barang saya habis semua gak ada yang tersisa," ucapnya.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengungkapkan, dari pendataan sementara setidaknya ada sebanyak 45 rumah warga yang hangus dalam musibah kebakaran ini.
"Korban jiwa sampai dengan saat ini nihil. Api sementara sudah terkendali kita tinggal pendinginan, sambil pencarian kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Usman.
Editor: Maruly Z