Akmal berharap keberadaan green house menjadi percontohan pertanian modern, khususnya dikawasan perkotaan dengan kondisi lahan terbatas. "Pertanian di perkotaan itu memungkinkan meski berada di lahan terbatas. Salah satunya ya seperti dengan keberadaan green house ini," kata Akmal.
Dengan upaya pengembangan green house di instansi pemerintahan seperti ini agar bisa diperluas. Upaya itu sebagai langkah untuk Kaltim bisa berdaulat dan tidak lagi menggantungkan diri dari pasokan sayuran luar daerah. "Kami ingin model green house ini bisa diperluas. Sehingga kedepan Kaltim tidak lagi bergantung dengan daerah lain, artinya bisa dikurangi," ucap Akmal lagi.
Selain tak membutuhkan lahan yang luas, produk sayur-sayuran dan buah-buahan yang dihasilkan pun jauh lebih unggul karena tak menggunakan pestisida selama pertumbuhannya. "Kalau dilihat tanaman disini tidak menggunakan pestisida. Sudah pasti jauh lebih sehat tumbuhannya," paparnya.
Akmal pun cukup yakin, bila green house bisa dikelola dengan baik, maka keberadaannya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Pada panen perdana yang dilakukan hari ini, Akmal memanen sejumlah sayuran seperti bayam dan kangkung yang ditanam sekitar dua minggu lalu. Selain dua sayuran itu, green house Asrama Haji juga turut ditanami dengan pokcoy atau sawi daging, selada, buah melon dan buah anggur.
"Kalau untuk pokcoy dan selada ini nilai ekonomisnya cukup tinggi dan yang buah-buahan ini lebih lama panennya," jelas Akmal.
Komoditas lain juga memiliki potensi untuk turut dikembangkan melalui sistem hidroponik, misalnya seperti cabai. "Akan dicoba komoditi lainnya, yang selama ini jadi penyumbang inflasi untuk dikembangkan dengan sistem hidroponik," jelasnya.
Akmal merasa puas dengan keberadaan green house saat ini. Bahkan, dirinya akan menggaransi tambahan anggaran untuk pengembangan kawasan green house di Asrama Haji. "Hasilnya ini bagus, kalau bisa nanti ditambah lagi bangunan gren housenya. Untuk anggarannya semoga nanti bisa dialokasikan pada 2024 ini," sebut Akmal lagi.
Untuk diketahui, pembangunan tiga green house Asrama Haji Balikpapan ini dikerjakan oleh Rizki Farm House dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp380 Juta. Pada masing-masing green house memiliki luas 180 meter persegi dengan kapasitas tanam sebanyak 3.600 tanaman untuk sayuran. "Disini ada tiga green house yang kami bangun, satu digunakan untuk sayuran, kemudian melon dan satu lagi untuk anggur," kata Direktur Royal Rizki Farm, Rizkyansyah.
Editor: Aspian Nur