Kepala DKK Balikpapaan, Andi Sri Juliarty mengatakan, pihaknya memberikan 15 kuota kepada setiap Puskesmas untuk pengambilan sampel urine untuk deteksi dini Cerviscan untuk selanjutnya di bawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Balikpapan.
"Jadi Per minggu, itu setiap Puskemas membuka layanan pengambilan sampel urin Cerviscan dengan memberikan kuota sebanyak 15 orang," ujarnya Jumat (2/2/2023).
Alasan pihaknya memberikan kuota hanya 15 orang kepada setiap Puskesmas, hal tersebut menyusul kemampuan daerah yang hanya dapat memeriksa 384 sample per minggunya. "Untuk hasilnya itu bisa sampai 3 hari, dan bisa juga sampai seminggu baru sampe ke pasiennya," tambahnya.
Ia terangkan, untuk jadwal layanan deteksi dini Cerviscan itu dibuka setiap hari di Lapkesda, sementara untuk layanan di Puskesmas, jadwalnya dapat dilihat di sosial media DKK Balikpapan.
Selain itu, dalam deteksi dini Cerviscan, pihaknya lebih menyasar masyarakat dengan usia produktif. Selain itu untuk layanan deteksi dini Cerviscan dibuka sampai Agustus 2024 mendatang.
Meski demikian, ia sampaikan, kalaupun hasil pemeriksaan tersebut positif, itu menunjukkan bahwa ada virusnya. Akan tetapi untuk kanker-nya pihaknya belum dapat memastikan lagi. Oleh karena itu jika ditemukan pasien yang positif, Puskesmas akan merujuk dengan menggunakan kartu BPJS untuk selanjutnya diperiksa ke dokter spesialis.
"Nanti di situ akan di pap smear lagi untuk menentukan apakah ada kanker, kalau ada kanker berapa stadiumnya jadi gitu. Jadi ada pemeriksaan lanjutan," jelasnya.
Meski tak menyebut secara rinci jumlahnya, berdasarkan hasil pemeriksaan Labkesda itu sudah ada pasien yang ditemukan positif.
Ia juga sampaikan bahwa, pemicu utama kanker Cerviscan tersebut disebabkan oleh perilaku tidak sehat dan bergonta ganti pasangan dan sanitasi yang kurang bersih dimana terdapat virus tersebut. "Makanya (pemeriksaan) kami utamakan usia produktif," pungkasnya.
Editor: Maruly Z