Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan, gelar pasukan dilaksanakan guna memastikan kesiapan TNI untuk membantu kepolisian dalam rangka pelaksanaan pengamanan Pemilu 2024 yang dilaksanakan secara serentak.
"Oleh karenanya, makanya kami menyiapkan personel terlebih dahulu. Untuk prosonel yang sudah kita laporkan kepada pimpinan dan kita gelar itu ada 6 ribu personel untuk membantu pengamanan Pemilu 2024 meliputi wilayah Kalsel, Kaltim dan Kaltara,"ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan atau menggelar satuan lagi masing -masing berjumlah 25 personel dari Kodim dan 192 personel dari Koramil. "Kemudian mengantisipasi adanya perkembangan situasi, makanya satuan-satuan yang ada di bawah kita baik Satuan Tempur (Satpur) dan Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur) yang jumlahnya 380 orang, kita Bawah Kendali Operasi (BKO)-kan di Kodim dan Koramil yang kurang personelnya,” jelasnya.
Selain menyiapkan personel untuk mendukung Polda Kaltim dalam pengamanan Pemilu, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah alat utama sistem senjata tentara nasional Indonesia (Alutsista) untuk mendukung pengamanan juga membantu proses distribusi logistik Pemilu ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. “Ada kendaraan anoa, komodo, truk, motor hingga ambulans untuk mendukung pelaksanaan Pemilu,” jelas dia.
Pangdam juga menyebut sejumlah kerawanan menjadi atensi TNI maupun Polri pada pelaksanaan Pemilu 2024 nanti, mulai dari potensi praktik kecurangan, money politik alias politik uang, black kampanye hingga kerusuhan.
Potensi kerawanan tersebut pihaknya juga telah melakukan pemetaan bersama Kapolda Kaltim, termasuk kerusuhan yang disebabkan ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu. Kemudian disisi lain, yang juga sudah diantisipasi adalah kerawanan bencana hingga keterlambatan logistik Pemilu. “Kami akan siagakan kendaraan untuk memastikan logistik pemilu bisa tepat waktu sampai,” tutupnya.
Editor: Maruly Z