Kepala Dishub Balikpapan, Adwar Skenda Putra mengatakan, penertiban sekaligus pembinaan jukir liar ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya.
"Jadi sejumlah jukir itu kami lakukan pembinaan supaya tau tata cara mengatur dan estetika yang benar. Kami juga mengajak mereka terlibat sebagai jukir binaan kami agar bisa dikontrol dan dilakukan pembinaan," ujarnya kepada awak media, Senin (29/1/2023).
Dia menambahkan, dalam pelaksanaan pembinaan jukir ini ada beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya keterlibatan dari pihak lain yang susah untuk dikendalikan. "Misalnya kita sudah punya jukir binaan, akan tetapi masuk lagi jukir liar ini. Nah itu yang terjadi, sehingga mereka melapor agar dilakukan pembinaan terhadap jukir liar ini," jelasnya.
Ditanya mengenai tindakan tegas bagi jukir liar ini, ia akui pihaknya hanya sebatas melakukan penertiban, karena memang jukir liar ini mereka mengganggu ketertiban umum. "Bahkan ada beberapa jukir yang sampai di bawa ke persidangan karena melakukan pelanggaran ketertiban umum. Terkait jukir liar ini kami menggunakan Perda Keteriban umum," ucapannya.
Adapun sejumlah lokasi yang kerap didapati aksi jukir liar ini diantaranya di Kawasan Melawai, Klandasan, Kelandasan Ilir, Sepinggan. Selain itu, untuk jukir yang dinaungi Dishub saat ini berjumlah sekitar 100 orang lebih.
Jadi kemarin itu ada sekitar 20 jukir liar yang kami lakukan pembinaan. Mengajak agar jukir liar menjadi jukir binaan Dishub. Sehingga dengan demikian mereka lebih mengatatahui parkir yang benar dan kedua, dalam parkir itu ada yang mereka setorkan berupa retribusi yang dibayarkan," pungkasnya.
Editor: Maruly Z