Sopir truk, Cakra (40) mengatakan, saat itu ia hendak mengantar kardus ke Surabaya melalui Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Cakra berangkat dari gudang yang berada Jalan Syarifudin Yoes melewati Jalan MT Haryono.
Saat tiba di Jalan MT Haryono, Cakra mengatakan saat itu kondisi jalan ditutup sebagian lantaran masih dalam pengerjaan proyek. Ia pun mengarahkan truknya ke sisi kiri jalan mengarah ke Pelabuhan Semayang.
Namun saat hendak melewati Maxi Swalayan, Cakra mendapati jalan di depannya rusak, jika ia memaksa melintas, truk yang dikemudikannya itu bisa terguling.
"Posisi truk saya ini sudah miring, makanya saya arahkan ke kiri lagi truk. Pas mau lewat, ada besi menjulang saya coba menghindar supaya gak kena ban truk," kata Cakra.
Saat akan menghindari besi tersebut, Cakra mengarahkan truk nya ke sisi kiri. Truknya melintas di atas beton penutup drainase di Jalan MT Haryono. Baru lewat sebagian, tiba-tiba ban truk bagian belakang amblas.
"Ada besi yang nonjol di jalan itu saya hindari, ban truk saya arahkan ke sisi kiri lagi. Pas lewat malah amblas, betonnya patah," ungkap Cakra.
Cakra yang berkendara seorang diri pun berupaya meminta bantuan kepada pekerja proyek di Jalan MT Haryono. Cakra mengaku sempat bertemu dengan pengawas proyek, saat itu pengawas proyek berjanji akan membantu mengevakuasi truknya yang amblas.
"Sempat ketemu pengawas proyek, nanti dibantu, tapi sampai siang ini belum ada kabar," kata dia.
Dari pantauan media ini, di lokasi proyek Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal tersebut tak ada terpasang larangan melintas di atas beton penutup drainase tersebut bagi kendaraan. Hal itu kemudian membuat banyak kendaraan yang melintasi beton pada proyek yang belum tuntas sepenuhnya tersebut.
Editor: Maruly Z