Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Teguh Sanyoto mengatakan, tiga orang yang diperiksa tersebut adalah karyawan PT BES yang berada digudang pengolahan limbah saat kejadian kebakaran berlangsung.
"Ada beberapa karyawan yang sudah kami interogasi awal, saat ini masih diperdalam dikantor kepolisian. Tiga saksi kami bawa," kata Teguh Sanyoto kepada Korankaltim.com, Minggu (21/1/2024) pagi tadi.
Jam operasional gudang PT BES tersebut beroperasi sejak pukul 08.00 WITA pagi hingga pukul 17.00 WITA sore. Namun sebelum terjadi kebakaran, lima karyawan PT BES masih berada digudang karena sedang bekerja lembur.
Polisi juga telah meminta keterangan awal dari kelima karyawan PT BES yang lembur namun belum bisa memastikan penyebab pasti munculnya api yang melahap gudang pengolahan limbah selama enam jam tersebut.
Kepolisian juga belum bisa melakukan olah lokasi kebakaran lantaran masih beresiko tinggi untuk melakukan penyelidikan. "Ini yang terbakar gudang B3 padat. Masih resiko, sampai sejauh ini juga belum ada laporan korban jiwa," ucap Teguh.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi petang hari di dalam gudang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3 milik PT BES yang berada di Kelurahan Karingau, Balikpapan Barat.
Kebakaran tidak dengan cepat teratasi karena petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dibantu sebanyak 15 unit mobil pemadam ditambah water canon dari Brimob Polda Kaltim, PHM serta sejumlah instansi dan perusahaan kesulitan masuk ke titik api mengingat ada gas beracun yang terbakar.
"Kesulitan kami didalam pemadaman ini karena limbah yang terbakar, jadi perlu waspada dalam penanganannya. Sudah enam jam lebih api masih membara cukup besar, tapi kami sudah isolasi agar api tidak menyambar bangunan lainnya," kata Usman Ali, Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan.
Editor: Aspian Nur