Camat Balikpapan Utara Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, sembilan usulan prioritas tersebut sifatnya tematik sesuai potensi unggulan kewilayahannya, meliputi peningkatan kualitas layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur, pengembangan pusat ekonomi maupun pendidikan.
Musrenbang sendiri digelar untuk mengakomodir program yang sifatnya tematik untuk diusulkan di Musrenbang tahun 2025 mendatang. “Seperti di Kelurahan Gunung Samarinda dan Gunung Samarinda Baru akan membangun kawasan pendidikan dan kuliner,” kata Fadli kepada Korankaltim.com hari ini.
Sama halnya dukungan pembangunan fasilitas kesehatan seperti pembangunan Puskesmas baru karena Puskesmas Gunung Samarinda sekarang menjadi Puskesmas rujukan tetapi sarana dan prasaranya tidak memadai. Sedangkan GOR Serba Guna di Kelurahan Gunung Samarinda yang memang belum ada masuk dalam usulan.
Diharapkan dengan adanya pembangunan Puskesmas bisa membantu pelayanan kesehatan yang semakin meningkat, mengingat jumlah warga dan juga akses IKN ada di Kecamatan Balikpapan Utara.
Adapun potensi wilayah di Kelurahan Karang Joang tepatnya pasar rakyat di KM 12 yang tidak dimanfaatkan maksimal oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan diusulkan pengalihan fungsi membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kantor Kelurahan Muara Rapak yang baru kondisinya juga tidak layak. Di Kelurahan Batu Ampar tidak ada SMP dan diusulkan pembangunannya yang lahannya bukan aset pemerintah kota tetapi akan dibebaskan.
“Itulah poin-poin penting yang diharapkan pendampingan dari unsur OPD teknis maupun legislatif yang ada di wilayah Balikpapan Utara yang mempunyai 11 anggota DPRD yang diharapkan bisa memperjuangkan untuk masuk di 2025,” papar Fadli.
Editor: Aspian Nur