Banyaknya persoalan yang berdampak pada masyarakat pun menimbulkan banyak pertanyaan, terutama peran penegak hukum dalam mengawasi proyek tersebut. Ditanyai mengenai peran Kejaksaan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Balikpapan, Slamet Riyanto, menegaskan bahwa, Kejari Balikpapan tetap melakukan pengawasan terhadap proyek pengendalian banjir tersebut. Pengawasan tetap dilakukan meski Pemerintah Kota Balikpapan tak pernah meminta pendampingan terhadap proyek bernilai ratusan miliar tersebut.
"Posisi kami masih wait and see, jadi menunggu. Karena berdasarkan informasi yang kami miliki melalui jajaran inteligen kami maupun media massa yang kita ikuti, proyek tersebut memang masih dalam pekerjaan," kata Slamet Riyanto kepada wartawan, Selasa (16/1/2024).
Slamet melanjutkan, proyek yang telah dimulai sejak Agustus 2022 tersebut semestinya tuntas pada 31 Desember 2023. Namun, Pemkot Balikpapan telah memberikan perpanjangan waktu selama 50 hari terhadap PT Fahreza Duta Perkasa selaku kontraktor pekerja.
Untuk itu, Kejari Balikpapan akan menunggu upaya dari Pemkot Balikpapan maupun pihak kontraktor untuk menuntas proyek tersebut dengan sisa waktu 34 hari ke depan atau hingga 19 Februari 2024.
"Bagi kami selaku aparat penegak hukum yang mempunyai tanggungjawab, terkait dengan pekerjaan proyek itu masih kita awasi, kita amati walaupun tidak secara langsung," tegasnya.
Slamet juga menegaskan bahwa jika nantinya ada indikasi ketidaksesuaian terhadap pekerjaan proyek DAS Ampal, pihaknya akan segera menindaklanjutinya. Slamet juga mengaku hingga kini, Kejaksaan Negeri Balikpapan belum menerima satu pun laporan dari masyarakat terkati proyek tersebut.
"Segala informasi yang kami peroleh atau mungkin masyarakat nanti yang melapor akan kami terima, kami telaah dan akan kami turunkan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi kami," imbuhnya.
Di sisi lain Slamet juga mengatakan bahwa tak hanya mengawasi proyek penanganan banjir DAS Ampal, proyek-proyek pembangunan lainnya pun tak luput dari pantauan Kejari Balikpapan. Terutama proyek yang molor dari waktu pengerjaannya.
"Saya berusaha berfikir positif bahwa mekanisme proyek sudah diketahui oleh pihak-pihak terkait. Kami juga sudah diamanatkan untuk terlibat langsung dalam hal pengawasan pelaksanaan pembangunan di Balikpapan," tutup Slamet.
Editor: Maruly Z