Mengusung tema ‘Bebaya Cegah Korupsi Molah Kutai Timur Sejahtera’ yang artinya bersama-sama cegah korupsi menciptakan Kutim sejahtera itu turut dihadiri Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kumbul Kusdwijanto Sudjadi, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Inspektorat Kutim, Muhammad Hamdan dan tamu undangan lainnya.
Kepala Inspektorat Kutim, Muhammad Hamdan mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapabilitas keluarga suami istri tentang pentingnya membangun keluarga berintegritas dan antikorupsi.
Kemudian, mendorong terbangunnya atau memiliki perilaku antikorupsi pada lingkungan keluarga. "Serta mendorong keluarga yang harmonis saling menghargai saling mencintai saling mengingatkan untuk berbuat baik dan tidak melakukan pelanggara hukum. Dan mendorong peran serta masyarakat dimulai dari lingkungan keluarga untuk tidak korupsi," ujarnya.
Dia juga berharap, para peserta bimtek juga mampu memahami pentingnya keterbukaan pasangan suami istri dalam hal finansial. Diharapkan dengan partisipasi semua pihak korupsi dapat dikurangi dimulai dari lingkungan keluarga. "Sehingga dapat menuju masa depan yang lebih baik lebih bersih, bermartabat dan sejahtera sesuai dengan tema pada hari ini," jelasnya.
Untuk peserta Bimtek hari ini diikuti 41 pasangan pejabat struktural Pemkab Kutim. Sementara itu, Ardiansyah Sulaiman menambahkan, Bimtek ini merupakan Intruksi dari Gubernur Kaltim dan juga merupakan program KPK RI sejak 2022 lalu.
Ditempat yang sama, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kumbul Kusdwijanto Sudjadi menambahkan, kegiatan ini didasari situasi yang ada saat ini dimana perilaku korupsi ini juga melibatkan keluarga. Makanya pihaknya membuat program bagaimana dimulai dari lingkup terkecil yaitu dari keluarga. Bersama -sama menanamkan nilai integritas untuk mencegah perilaku korupsi yang dimulai dari keluarga.
"Kalau Keluarga sudah antikorupsi diharapkan ini akan menular dilingkungannya terus sampai tingkat desa dan kelurahan dan sebagainya," bebernya.
Editor: Maruly Z