Dalam sambutan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dibacakan Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub, Dasto Restyawan mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut komitmen pemerintah dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, untuk transisi energi berkelanjutan di bidang transportasi.
Seperti diketahui bersama, salah satu isu global yang dibahas bersama saat ini adalah tentang mobilitas berkelanjutan.Dan Indonesia merupakan pasar potensial baik dari segi produksi maupun penggunaan kendaraan listrik.Untuk itu, dalam mendukung dan mempercepat kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 39 tahun 2023 tentang konversi sepeda motor dengan penggerak motor bahan bakar menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai.
Ia terangkan, Ini juga sebagai turunan Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.
"Aturan ini disusun bertujuan untuk mewujudkan energi bersih, kualitas udara bersih, dan ramah lingkungan. Serta komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca khususnya pada sektor transportasi jalan," jelasnya.
Dalam membentuk ekosistem sambungnya, diperlukan sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri otomotif industri kreatif dan komunitas serta masyarakat pada umumnya.
Selain itu, sampai saat ini populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 95 ribu kendaraan. Terdiri dari sepeda motor roda dua, roda tiga mobil penumpang, bus dan mobil barang.
"Dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang mendukung acara sosialisasi edukasi Electric Vehicle Funday pada hari ini. Saya berharap, apa yang kita lakukan ini dapat meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik untuk kendaraan sehari-hari," tukasnya.
Sementara itu, membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Kota Balikpapan Yosep Gunawan mengatakan. Dirinya, atas nama pemerintah kota Balikpapan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Perhubungan yang memilih kota Balikpapan sebagai tuan rumah dalam kegiatan ini.
Sebagai warga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, ia menyadari bahwa, tantangan perubahan iklim dan kelestarian lingkungan menjadi isu global yang memerlukan tindakan nyata. Oleh karena itu, kebijakan transisi energi yang berkelanjutan yang diinisiasi oleh pemerintah pusat adalah langkah yang tepat. Dan sejalan dengan visi misi Kota Balikpapan untuk menjadikan kota Balikpapan yang nyaman dihuni.
"Yang artinya, Balikpapan harus mampu menyediakan sebuah lingkungan dan suasana yang nyaman sebagai tempat tinggal bagi warganya. Hal ini bisa terpenuhi dari aspek fisik seperti tata ruang lingkungan fasilitas publik dan lainnya. Kemudian seperti aspek non fisik seperti hubungan sosial ekonomi dan sebagainya," jelasnya.
Ia juga terangkan, Balikpapan telah melarang pertambangan menetapkan tata ruang dan wilayah 52 persen untuk ruang terbuka hijau (RTH) dan 48 persen kawasan budidaya. Disisi lain lanjut Yosep katakan, Balikpapan juga mewajiban uji emisi kendaraan yang ditetapkan melalui surat edaran Walikota Balikpapan tentang himbauan melakukan uji emisi kendaraan dinas roda empat pemerintah kota Balikpapan.
"Kendaraan listrik adalah solusi inovatif yang dapat menjadi jawaban atas permasalahan polusi udara dan ketergantungan kita pada bahan bakar fosil dengan mengadopsi teknologi ini kita tidak hanya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan tetapi juga membuka peluang baru dalam sektor ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," bebernya.
Dia juga katakan, Balikpapan sebagai Kota industri dan perdagangan memiliki tanggung jawab besar untuk jadi contoh bagi kota-kota dalam menerapkan kebijakan energi berkelanjutan. Melalui sosialisasi ini di harapkan, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dalam negeri tetapi Kendaraan listrik. Tetapi juga adopsi teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari.
Yosep juga terangkan, Pemerintah kota Balikpapan bersama instansi terkait akan berupaya untuk menciptakan Infrastruktur dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik. Seperti pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan insentif bagi pemilik kendaraan listrik. Pihaknya juga akan akan bekerja sama dengan swasta dan komunitas untuk mengoptimalkan impelastasi kebijakan ini.
"Saya mengajak seluruh masyarakat di Balikpapan bersama-sama mendukung langkah-langkah ini. Mari kita menjadi bagian dan solusi perubahan liklim dan kelestarian lingkungan," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin