Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan Murni kepada Korankaltim.com Jumat (27/10/2023) hari ini.
Geotech menyatakan minatnya itu setelah ikut dalam kegiatan ALKI II Zona Investment Forum 2023 yang berlangsung di Balikpapan Rabu (25/10/2023) lalu. Pada forum itu ada dua investasi yang ditawarkan Balikpapan yaitu pengolahan sampah dan penyediaan jaringan air baku Sepaku - Balikpapan.
"Untuk pengelolaan sampah di TPA Manggar, saat ini sudah ada yang melirik yakni perusahaan dari Korea Selatan, Geotech," jelas Murni.
Bahkan sudah dilakukan penandatanganan Kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) untuk kajian kelayakan terkait rencana investasi pengelolaan sampah di TPA Manggar. Studi kelayakan dilakukan oleh pihak investor dan mereka sudah punya angka-angkanya.
"Termasuk perhitungan untuk berapa jumlah BBM, berapa jumlah kompos yang dihasilkan, sudah ada hitungannya semuanya," jelas Murni lagi.
Dengan dilakukannya studi kelayakan oleh perusahaan itu sendiri sangat membantu karena yang disasar adalah landfill mining, sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah
Artinya, untuk yang ada di Zona 1, 2 dan 3 yang sudah lama sekali akan ditambang dan dipisahkan seperti plastiknya, komposnya dan segala macam untuk diproses lagi. "Kalau ditambang maka dia akan jadi cekungan maka lahan tersebut bisa dipakai lagi," ungkap Murni.
Bappeda Litbang belum menghitung secara pasti besaran investasi yang akan dihasilkan karena pihak investor yang melakukan perhitungan sendiri. "Kemungkinan Januari 2024 mendatang baru diketahui berapa besar dan investasi yang akan dihasilkan dari TPA Manggar,” tutup Murni.
Editor: Aspian Nur