Api yang berkobar cukup hebat membuat petugas dari Fire Fighter Pertamina terus berupaya memadamkan. Dibantu dengan petugas dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan.
Tak cuma membakar tangki, kebakaran juga mengakibatkan dua pekerja mengalami luka bakar cukup serius. Korban pertama adalah Sofiansyah terluka bakar 35 persen dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB).
Korban berikutnya adalah Ramadan yang mengalami luka bakar 65 persen, sehingga harus dievakuasi ke Rumah Sakit Pertamina pusat di Jakarta. Didampingi dokter, tim medis dan pihak keluarga.
Kebakaran turut membuat kualitas udara di kawasan ring satu kilang Pertamina menjadi kurang baik. Khususnya di Kelurahan Karangjati. Bahkan membuat 66 warga harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Warga lainnya berupaya mendatangi manajemen Pertamina. Mereka hendak melayangkan protes karena kualitas udara yang buruk akibat kebakaran, membuat mereka sesak napas.
Aksi saling dorong antara warga dengan sekurit Pertamina tak dapat dihindari. Sementara penanganan kebakaran masih berlangsung hingga kobaran api benar-benar padam.
Itulah skenario dari simulasi keadaan darurat atau major emergency drill yang dilaksanakan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan untuk meningkatkan kepatuhan atas standar keselamatan dan kesiapsiagaan.
"Karena mengoperasikan kilang itu penuh risiko," kata Arafat Bayu Nugroho selaku General Manager PT KPI Unit Balikpapan.
Pertamina rutin menggelar simulasi dengan tingkatan atau level yang berbeda setiap tahun. Bahkan simulasi kali ini dibuat lebih menantang karena lokasinya yang dekat Jalan Yos Sudarso (Jalan Minyak) dan perkantoran Pertamina.
"Ini menjadi tantangan karena dekatnya tangki yang terbakar dengan fasiltas umum, maka dibutuhkan koordinasi yang intensif, khususnya pengendalian dampak terhadap masyakat," jelasnya.
Simulasi turut melibatkan warga sekitar agar mendapatkan pemahaman terkait yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. "Mudah-mudahan bisa belajar banyak dan bersiap untuk segala hal yang tidak diinginkan," harapnya.
Bahkan para pekerja revitalisasi kilang atau RDMP (Refinery Development Master Plan) diikutsertakan. Sehingga mereka siap untuk kondisi darurat. "Harus lari kemana, berkumpul dimana, itu sudah terkondisikan dengan baik," pungkas Bayu.
Editor: Aspian Nur