Kali ini giliran MyRepublic yang mengembangkan sayap bisnisnya di kota berjuluk Madinatul Iman. Anak perusahaan dari grup Sinar Mas ini telah memiliki lima ribu titik sambung dengan 260 pelanggan.
"Kurang lebih ada 23 klaster," kata Shelly Maryati selaku Partnersip & Marketing Manager saat bertemu awak media, Selasa (17/10/2023) sore.
Pembangunan jaringan layanan internet menyasar residensial atau kawasan hunian seperti kompleks perumahan dan apartemen. Termasuk rumah toko (ruko), kafe maupun restoran. "Kalau perkantoran atau korporat belum masuk," sebutnya.
Pelayanan jaringan internet MyRepublic terbanyak berada di Kecamatan Balikpapan Selatan dan beberapa di Balikpapan Utara. Ditargetkan untuk memperluas pelayanan hingga 20 ribu titik sambung sampai akhir tahun ini. "Kalau target pelanggan sih sebanyak-banyaknya," ucap Shelly.
Titik sambung merupakan jaringan internet yang dibangun guna mencakupi beberapa pelanggan dalam satu klaster. "Jadi akan semakin meluas," imbuhnya.
Pengembangan sayap bisnis MyRepublic ke Balikpapan selain dikarenakan keberadaan IKN, juga melihat populasi hingga daya beli masyarakat. Sehingga didorong untuk eksis di Kota Beriman.
"Semua sudah dilakukan riset sebelum ekspansi bisnis ke suatu wilayah. Kami juga harus eksis supaya konsumen punya pilihan lain," jelasnya.
Kendati begitu, Shelly tak memungkiri bahwasanya sudah ada pelaku bisnis yang sama dan lebih dulu tumbuh di Balikpapan. Sehingga pihaknya pun tidak serta merta banting harga untuk menarik minat pelanggan.
"Tapi kalau tidak ada kompetitor kan itu namanya monopoli pasar, makanya kami hadir. Biar pelanggan merasakan sendiri, dan kami menampilkan kualitas," terangnya.
Bandwith internet yang disediakan mulai dari 30 sampai 250 Mbps dengan teknologi simetris 1:1. Artinya antara unduh (download) dengan unggah (upload) memiliki kemampuan yang sama dan tidak ada slow bandwith atau lemot. "Kami menggunakan full fiber optic. Tidak ada coaxial cable (kabel sepaksi)," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin