Massa aksi juga membentangkan sejumlah poster yang mengkritik aparat kepolisian saat bertugas melakukan pengamanan diantaranya berbunyi, "Polisi Humanis ?", "Mau sampai kapan citra aparat kau rusak ?". Selain itu, masa aksi juga secara bergantian melakukan orasi di Simpang BC.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Maha Sakti Esa Jaya mengatakan, aksi damai yang dilakukan hari ini merupakan respon atas tindakan respresif aparat dalam melakukan pengamanan terhadap masyarakat atas dugaan perampasan lahan masyarakat dibeberapa daerah seperti konflik di Desa Rempang - Galang Kepulauan Riau dan Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
"Aksi ini membawa 3 poin, mulai dari persoalan HAM, agraria dan tindakan represifitas aparat disejumlah daerah beberapa hari terkahir," kata Maha, Kamis (12/10).
Melihat kondisi yang dialami masyarakat disejumlah daerah, massa aksi pun melayangkan sejumlah tuntutan diantaranya, mengecam tindakan represifitas aparat kepolisian terhadap masyarakat, menuntut aparat untuk melakukan tindakan-tindakan yang lebih humanis.
Kemudian mendesak Presiden RI untuk menyelesaikan konflik agraria di Desa Bangkal dan Rempang, menuntut Presiden RI untuk menjamin ruang aman terhadap hak kebebasan berekspresi di tempat umum.
"Hari ini kita menginginkan adanya rasa aman dan nyaman, bagaimana kita bisa berekspresi, menyalurkan aspirasi kepada pemerintah," kata dia.
GANTI KORLAP
Selain itu, sebelum aksi pada Kamis (12/10/2023) sore, Maha mengatakan, pada Rabu (11/10/2023) malam, Korlap aksi harus digantikan usai adanya upaya intervensi dari aparat kepolisian.
Maha mengatakan, pada saat itu, korlap aksi sempat dibawa menuju Polresta Balikpapan dan diminta untuk segera membatalkan aksi damai yang digelar di Simpang BC hari ini.
"Tadi malam kami sempat mendapat intervensi, Korlap kami yang sebelumnya dibawa ke Polres dan dipaksa untuk mencabut surat pemberitahuan aksi," terangnya.
Maha turut menyayangkan upaya intervensi yang dialami rekannya itu. Ia berharap upaya-upaya serupa tak lagi terulang dan mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya dengan tetap dalam pengawasan aparat.
"Kami dari Asbak mengecam keras perilaku personel Polresta Balikpapan, bahwa hari ini kami hadir di sini tidak melakukan hal-hal yang di luar dari ketentuan konstitusi," tegasnya.
Sementara itu, media ini telah berupaya mengubungi Kapolresta Balikpapan untuk mengkonfirmasi perihal demonstrasi dan upaya intervensi yang dilakukan aparat kepolisian kepada mahasiswa. Namun, hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapat jawaban.
Editor: Maruly Zainuddin