Kendati belum sepenuhnya bebas dari banjir, namun setidaknya penurunan titik banjir terus diusahakan untuk dilakukan pemkot yang jumlahnya di tahun 2026 mendatang atau tiga tahun lagi diharapkan hanya ada 16 titik.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Rita kepada Korankaltim.com Senin (25/9/2023). "Dengan penurunan tersebut belum bisa dikatakan bebas banjir," kata Rita.
Laporan yang diterima instansinya di tahun 2021 lalu jumlah titik banjir mencapai 80 titik, di tahun 2022 turun menjadi 60 titik banjir yang tersebar di sejumlah wilayah. "Ada yang namanya baseline, dari tahun 2021 sampai tahun 2026 terdapat ada 80 titik baseline. Tahun 2022 sudah menurun menjadi sekitar 60 baseline. Tapi ini kan belum masuk yang di tahun 2023," papar Rita.
Ada beberapa wilayah kota yang dalam satu paket pengerjaan tersebut yaitu di Kecamatan Balikpapan Kota, Barat, Tengah, Timur dan Utara sehingga di tahun 2026 mendatang titik banjir bisa menurun hingga 16 titik sisanya. "Dari situ kami melihat paket pekerjaan ini mengurangi titik banjir yang ada di sini dan di sini," sebut Rita.
DPU Balikpapan mencoba untuk disiplin dan komitmen karena masalah banjir tidak semata-mata terkait masalah drainase, ada juga kegiatan pengupasan lahan dan lainnya.
Banjir juga tak hanya tugas DPU untuk mengatasi, mereka kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pembukaan lahan.
"Jadi banyak hal, banyak cara, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat di lingkungannya menjaga sendiri lingkungannya. Misalnya kalau ada salurannya yang mampet di depan rumah tidak harus pemerintah kota yang datang, bisa digalakkan kembali dengan kerja bakti," tutup Rita.
Editor: Aspian Nur