Penandatanganan yang dilakukan di Nusa Dua Convention Center Bali pada Kamis (21/9/2023), merupakan rangkaian acara The 4th International convention on indonesian upstream oil and gas 2023 di hari ke 2 yang dibuka oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.
President Director & CEO PT Badak LNG, Gema Iriandus Pahalawan menyatakan langkah ini sebagai bagian dari efisiensi energi di Kilang LNG Badak seperti yang tertuang dalam nota kesepahamanan yang ditandatangani.
"Dengan penandatanganan mou ini kami berharap kontuinitas dan keandalan kelistrikan yang mendukung Kilang berjalan sesuai harapan pada 2028 nanti. Kami juga mengapresiasi respon dan sinergi dari PLN dalam mengakomodir kebutuhan kami," ungkap Gema dalam rilis tertulis, Jumat (22/9/2023).
Di lain sisi, General Manager PLN UID Kaltimra, Joice Lanny Wantania menyampaikan bahwa proses penyambungan listrik untuk kilang LNG akan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi kesiapan di lapangan.
"Untuk PT Badak sendiri rencana akan kami lakukan penyambungan listrik secara bertahap 160 MW pada tahun 2028 sama dengan perlakuan KTT yang sebelumnya," ungkapnya.
Joice menyebut ada 11 dari 15 rencana pembangkit yang akan menyuplai sistem Kaltim merupakan pembangkit berbasis renewable energy. Tentunya penggunaan energi terbarukan ini sejalan dengan kampanye pemerintah untuk mengurangi emisi karbon guna menuju net zero emition (NZE) tahun 2060.
"Dengan perencanaan yang sudah kami susun dalam menyiapkan infrastruktur kelistrikan bagi Kaltim dan Kaltara, kami optimistis untuk menghadirkan kelistrikan yang andal serta ramah lingkungan bagi pelanggan kami di Kaltim dan Kaltara termasuk untuk KTT," imbuhnya.
Selain itu, PLN siap dan terbuka untuk mendukung kelistrikan bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Kaltim dan Kaltara. "Kami siap 24 jam untuk melayani segala kebutuhan listrik baik Kaltim, Kaltara maupun untuk IKN," tutupnya.
Editor: Aspian Nur