Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik menjelaskan, kalau sebelumnya deviasi minus 10 persen dari target 60 persen, saat ini mengalami progres yang membaik menjadi minus 3 persen.
Setelah pihaknya mengeluarkan Show Cause Meeting (SCM) atau peringatan kepada pihak kontraktor, mereka mengejar ketertinggalan tersebut, baik itu dengan menambah SDM dan menambah waktu pelaksanaan pekerjaan.
"Alhamdulillah mereka bisa menambah dari deviasi minus 10 persen menjadi 3 persen sekian. Saya kira itu adalah progres yang sangat luar biasa," kata Irfan kepada awak media Kamis (14/9/2023).
Hal tersebut perlu diapresiasi dan seiring dengan berjalannya waktu pembangunan SMP terpadu diyakini bisa selesai tepat waktu seperti yang disepakati diakhir Desember 2023.
"Jadi untuk sekarng progesnya hampir di angka 60 persen, artinya pemberian SCM kemarin membuat mereka mengejar deviasi yang ada. Beda halnya jika mereka diberikan SCM tapi tidak ada proges berartikan masalah. Jadi untuk pengerjaannya sekarang tinggal sisi untuk kenaikan dindingnya," tutup Irfan.
Editor: Aspian Nur