Pasalnya, lokasi lapak pedagang yang terbakar bukan merupakan areal untuk berjualan, melainkan lokasi untuk parkir kendaraan. "Jadi para pedagang yang lapaknya terbakar ini, sebenarnya mereka yang berjualan di dalam pasar. Karena sepi, mereka minta izin ke kami untuk berjualan di depan," ujarnya kepada koranKaltim.com pada Senin (4/9/2023).
Dia menerangkan, terdapat tujuh lapak yang diisi lima pedagang menjadi korban kebakaran pada Minggu (3/9/2023) kemarin. Sementara untuk penyebab kebakaran sendiri dirinya belum dapat memastikan, karena merupakan ranah pihak kepolisian. Tim Inafis Polri juga sudah melakukan pengecekan di areal kebakaran. "Mereka (polisi) tadi sudah melakukan pengecekan. Sehingga untuk sementara ini material kebakaran belum boleh dibersihkan karena masih terdapat garis polisi," jelasnya.
Adapun pedagang yang lapaknya terbakar diantaranya mereka berjualan sembako, telur, dan buah-buahan. "Karena memang dari sejumlah pedagang yang mengadu ke kami, mereka merugi hingga ratusan juta. Karena ada sebagian sembako seperti minyak makan dan beras yang baru distok itu terbakar," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin