Hal ini ditegaskan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono yang menjamin hal itu dan menyampaikannya dalam forum resmi saat diskusi dengan empat tokoh adat Balik dan Paser dihunian pekerja kontruksi (HPK) Sabtu (2/9/2023) kemarin.
Dalam rilis yang diterima Korankaltim.com Minggu (3/9/2023), hal itu dipertegas lagi oleh Bambang Susantono.
“Pada prinsipnya warga adat Balik dan Paser di Sepaku adalah warga saya dan kepentingannya juga kepentingan saya," tegas Bambang dalam rilisnya tersebut.
Otorita IKN bahkan ingin memperkenalkan di wilayah IKN memang punya kekayaan adat istiadat dan tetap lestari. Karena itu mereka ingin memulai satu skema-skema pariwisata yang dilengkapi sejumlah fasilitas seperti homestay, rumah makan khas makanan tradisional lokal serta kehidupan tradisi adat istiadat.
Untuk mewujudkan hal tersebut OIKN perlu melakukan kerjasama dengan semua pihak terutama dari masyarakat adat itu sendiri.
"Ada kampung yang bagus memiliki sejumlah objek wisata tetapi untuk mewujudkannya, harus dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah sendiri,” sebut Bambang.
Bahkan para tokoh adat juga harus mulai bisa melayani dengan baik jika ada tamu yang berkunjung ke tempatnya dan itu harus dilakukan benar-benar dalam satu program di Kedeputian Sosbudpemas OIKN jadi pihaknya akan coba mengemas rencana tersebut
Terkait dengan penangan banjir yang selama ini dikeluhkan warga khususnya di RT 01, 02 dan RT 03 Kelurahan Sepaku atau kerap disebut Logdam, juga menjadi perhatian pihaknya, namun untuk menuntaskan persoalan tersebut harus dilakukan secara bertahap tidak bisa sekaligus.
Diakuinya, ia sudah melihat perencanaan yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mereka berencana akan menyiapkan pompanisasi untuk mempercepat air banjir turun, membuat tanggul di sungai dan meninggikan badan jalan. Hal ini semua dalam rangka mengantisipasi terjadinya banjir.
“Saya tidak mau warga di situ malah merasa terjebak dengan pikiran dipindahkan atau direlokasi. Jadi bukan itu keinginan kita,” tegasnya.
Saat diskusi kemarin, hadir empat tokoh adat yaitu Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Hasanudin, tokoh adat suku Balik Kelurahan Sepaku, Sibukdin, tokoh adat Paser Kelurahan Pemaluan, Jumbaen dan ketua Adat Paser Kelurahan Maridan, H. Sopian Noor. Hadir pula Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas) Otorita IKN Alimuddin dan jajarannya.
Ketua Adat Balik Kelurahan Sepaku, Sibukdin mengungkapkan pertemuan tersebut memang menjadi harapannya, karena masyarakat adat bisa berdialog secara langsung dengan kepala Otorita IKN dan menyampaikan langsung apa yang menjadi keluhan-keluhan masyarakat adat ini. Jadi jika memang nanti ada program, silahkan sampaikan kepadanya tidak perlu harus mengundang orang banyak.
“Kami merasa senang dengan penyampaian bapak kepala Otorita. Kita tentu memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dalam hal ini Otorita IKN untuk membangun ibu kota di tempat kami,” ujar Sibukdin.
Editor: Aspian Nur