Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah aktifitas warga terutama untuk memasak pada kebutuhan dapur harus beralih sementara waktu. "Sejak malam kemarin sudah mati, sampai sekarang belum tersambung,"kata Riska, ibu rumah tangga yang tinggal dikawasan inpres I.
Warga lainnya, Rony pun mengalami hal yang sama. Pria yang tinggal dikawasan ipres IV itu mengatakan hingga hari ini jargas tak mengalir ke rumahnya. "Tidak tahu ini ada malasah apa, ada kerusakan kah atau gimana," kata Roni.
Terpisah, Direktur Umum Prusda Andi Sangkuru menerangkan, penyebab tidak berfungsinya jargas di sebagian wilayah Balikpapan Utara sejak kemarin hingga Jumat siang ini karena adanya kerusakan atau kebocoran pada pipa PE 180 mm dan 63 mm dengan indikasi dari galian proyek lainnya disekitar jaringan pipa gas pada kedalaman 2,6 meter.
"Indikasinya proyek pipa gas induk ke UP V oleh pegasol penggaliannya mengenai pipa distribhai jargas,"kata Andi.
Hal itu membuat sejumlah wilayah di kawasan Balikpapan Utara terdampak, diantaranya
Jalan Ahmad Yani, Muara Rapak pada Inpres I hingga IV dan sekitarnya.
Andi memastikan saat ini, tim di lapangan tengah bekerja melakukan penggalian secara manual, hal ini dikarenakan pengoperasian alat berat tak memungkinkan dilakukan dilokasi yang diduga terjadi kerusakan.
"Karena banyak kabel di kawasan tersebut, jadi kami harus lakukan secara manual,"sambungnya.
Ada sebanyak 3.500 jargas rumah yang terdampak dikawasan Balikpapan Utara. "Tim teknis jargas menemukan 4 sambungan rumah (SR) shut down, satu RS itu mencover 700-an rumah," lanjutnya.
Estimasi penormalan jargas biasanya dilakukan selama 4 hingga 5 jam. Setelah dilakukan penggalian dan ditemukan titik kebocoran, maka penyambungan akan langsung dilakukan dengan estimasi waktu 30 hingga 60 menit pengerjaan. "Bisa memakan waktu satu jam untuk menutup 2 titik kebocoran," pungkas Andi.
Editor Aspian Nur