Simulasi yang ditampilkan mulai dari penanganan kecelakaan pesawat di landasan pacu, unjuk rasa dan aksi terorisme hingga penanggulangan kebakaran.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, latihan untuk memastikan fungsi koordinasi antarinstansi dapat berjalan.
"Khususnya dalam menangani peristiwa yang terjadi di salah satu obyek vital negara yaitu bandara dan kesiapan menyambut Ibu Kota Nusantara," kata Syaugi kepada Korankaltim.com Kamis (24/8/2023) hari ini.
PKD merupakan komitmen Angkasa Pura I dalam mewujudkan layanan bandara yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jasa. "Simulasi melibatkan sedikitnya 650 personel gabungan," ujar Syaugi lagi.
Personel tersebut juga berasal dari Lanud Dhomber Balikpapan, Otoritas Bandara Wilayah VII, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau dikenal Basarnas, Polda Kaltim, Polresta Balikpapan dan Polsek Kawasan Bandara hingga tim kesehatan dari rumah sakit setempat.
"Kami akan melakukan evaluasi untuk mengetahui apa saja yang harus diperbaiki baik dari internal maupun eksternal," ujar Syaugi.
Diharapkan simulasi PKD membuat personel lebih sigap dan tanggap ketika terjadi kondisi darurat sesuai dokumen program keamanan bandara.
"Disamping penangan pada saat kejadian, juga ada latihan penangan pasca-kejadian yang meliputi penanganan keluarga korban serta simulasi media handling," tutupnya.
Editor: Aspian Nur