Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan Yaser Arafat Syahril menerangkan, listrik padam saat jam sibuk seluruh masyarakat. Tentunya kejadian itu selain membuat resah, juga membuat produksi sebagian para pengusaha terganggu.
Selain itu, akibat dari padamnya listrik tersebut. Banyak dari para pengusaha yang kemudian beralih daya ke mesin generator lantaran pasokan listrik terhenti. Ini tentunya membuat operasional pengusaha kian bertambah.
"Jelas saja pengusaha menjadi salah satu pihak yang sangat dirugikan. Kalau soal angka belum bisa kita rincikan. Ini kan tiga provinsi yang terdampak, kerugiannya tentu bisa mencapai puluhan bahkan ratusan milliar,"kata Yaser.
Yaser pun meminta pihak PLN untuk memberikan kompensasi kepada para pengusaha, masyarakat dan seluruh masyarakat yang terdampak atas padamnya listrik yang berlangsung selama belasan jam tersebut. "Harus ada kompensasi dari PLN,"lanjutnya.
Kejadian padamnya listrik bukan hanya merugikan kalangan pengusaha. Padamnya listrik ditiga provinsi di Kalimantan tersebut dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk, belum lagi saat ini banyak proyek strategis dikerjakan di Kaltim, Ibu kota Nusantara (IKN) misalnya. Tentunya, menurut Yaser akan banyak investor yang masuk baik ke Balikpapan maupun Kaltim. Ketersediaan listrik tentunya menjadi aspek utama yang diperhitungkan investor.
Tak hanya itu, padamnya listrik juga dikhawatirkan bakal berdampak pada kepercayaan investor yang hendak berinvestasi atau menanamkan modal nya di IKN.
"IKN kan lagi gencar dipromosikan, lalu kalau kejadian seperti ini (listrik padam) tentu akan menjadi catatan bagi kalangan investor nantinya,"jelasnya.
Yaser pun berharap insiden padamnya listrik dalam durasi waktu yang cukup panjanh tersebut serta berimbas pada tiga provinsi besar di Kalimantan agar tak terulang kembali. PLN sudah semestinya memiliki langkah antisipasi atas kejadian seperti ini, yang bukan baru sekali terjadi.
"Soal teknis saya rasa mereka (PLN) lebih paham. Yang pasti, kami pengusaha ingin agar kejadian seperti ini (listrik padam) tak terulang kembali. Kami juga ingin ada evaluasi daei kejadian ini terhadap kinerja PLN,"ungkapnya.
Editor Aspian Nur