Ketinggian air dikawasan itu bahkan kian meninggi setelah Balikpapan kembali diguyur hujan deras sejak Kamis (21/7/2023) malam tadi, berimbas dari bertambahnya rumah yang terdenam, dari 7 menjadi 11 rumah.
Ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa. Hal ini disampaikan Heri, warga perumahan tersebut yang memilih bertahan meski rumahnya dikepung banjir. "Kemarin sempat ada pompa dari pemerintah. Tapi empat hari lalu sudah ditarik padahal genangan air semakin tinggi dan semakin banyak yang terdampak," kata Heri yang kecewa dengan tindakan tersebut kepada Korankaltim.com Jumat (21/7/2023) siang tadi.
Kekecewaan Heri itu diungkapkan setelah tak ada nya solusi yang tuntas dari pemerintah dan pengembang yang dinilai lamban untuk menangangi persoalan genangan air di GPA padahal kondisi itu sudah terjadi lebih dari sebulan sementara tak terlihat upaya dari pemerintah dan pengembang.
"Kalau seperti ini kami harus mengadu kemana lagi. Tolonglah kami, kalau dibiarkan pasti semakin parah," ucap Heri dengan nada sedih.
Sebagian warga bahkan memilih mengungsi karena air telah masuk ke dalam rumah demgan ketinggian maksimal setinggi dada orang dewasa.
Heri juga mengaku telah mengungsikan istri dan kedua anaknya ketempat keluarga yang tak jauh dari rumahnya itu. "Kalau saya sendiri bertahan disini. Karena khawatir nanti dikira tidak ada lagi penghuni dan tidak ada tindakan kedepannya," ucap Heri.
Editor: Aspian Nur