Ketua RT 61 Abdul Gani mengatakan, rumah warga yang miring itu sudah terjadi cukup lama. Namun, saat itu kondisinya masih belum terlalu parah hingga pada Minggu (16/7) salah satu rumah warga milik Said (51) kembali bergerak hingga nyaris ambruk dan menimpa rumah di sebelahnya.
"Sudah agak miring memang rumahnya, dan baru tadi kejadian sampai miringnya parah seperti ini dan ada suara bunyi-bunyi," kata Abdul Gani.
Rumah Said itu dihuni dua kepala keluarga dengan lima jiwa. Abdul Gani mengatakan, penghuni rumah saat ini telah mengungsi ke rumah kontrakan milik keluarganya yang tak jauh dari lokasi rumah yang miring tersebut.
Abdul pun telah meminta pemilik rumah untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar rumah tersebut. Ia khawatir dengan kondisi rumah dapat membahayakan pemiliknya. Selain rumah Said, masih ada empat rumah lainnya yang berada persis di sebelah rumah Said pun mengalami kondisi yang memprihantikan.
Tembok rumah milik Said itu telah mengenai tembok rumah lainnya hingga membuat rumah di sebelahnya pun mengalami kondisi yang sama. "Karena bersebelahan itu, jadi rumah di sebelahnya kena juga. Itu kan sudah nempel temboknya,"imbuhnya.
Selain mengungsikan pemilik rumah, Abdul Gani dengan pemilik rumah telah sepakat untuk melakukan pembongkaran. Upaya ini dilakukan untuk menghindari kejadian lainnya yang dapat membahayakan bagi warga di sekitar.
Belum lagi, rumah di kawasan RT 61 cukup padat dan berdekatan. Abdul khawatir, bila tak segera ditangani atau dilakukan pembongkaran bangunan, rumah itu bisa menimpa rumah warga lainnya. "Rencana dua rumah dulu yang mau dibongkar, karena kondisinya yang parah dua rumah ini,"ungkap Abdul.
Editor: Maruly Zainuddin