Forum yang digelar hingga Rabu (5/7/2023) ini juga diikuti perusahaan yang tergabung dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan para kepala daerah dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul).
Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf mengatakan, pihaknya ambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan energi gas di IKN.
"Jelas kita dukung mati-matian karena IKN adalah ikon Indonesia. Jangan sampai ada kekurangan energi. Kita akan memenuhi berapa pun kebutuhan yang ada di IKN," kata Nanang Abdul Manaf usai mengunjungi tenant-tenant pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan KKKS.
Kebijakan energi IKN, lanjut Nanang, mengacu pada konsep energi hijau. Artinya, sumber energi yang digunakan di IKN adalah energi terbarukan yang diselaraskan dengan keberlanjutan lingkungan.
"Sekarang kan masih berjalan pembangunan, nanti ada berbagai kebutuhan, tugas kami adalah memenuhi kebutuhan energi. Gas bumi sebagai energi transisi masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga di sekitar IKN," sebutnya.
Produksi gas diyakini semakin dominan ke depan, karena gas adalah energi transisi menuju penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Bahkan konsumsi gas saat ini yang sekitar 6,000 MMSCFD diperkirakan naik jadi 26,112 MMSCFD di tahun 2050. "Akan naik sebesar 298 persen," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Area Kalsul, Azhari Idris berharap Forum Kapasitas Nasional III 2023 menjadi sarana komunikasi pihaknya bersama KKKS, pemerintah daerah, serta pelaku usaha penunjang hulu migas dalam mendukung pembangunan IKN."Peningkatan kapasitas nasional telah menjadi upaya transformasi industri hulu migas guna melaksanakan peningkatan daya saing pemasok nasional," ujarnya.
Sekretaris Otorita IKN, Achmad Jaka Santos Adiwijaya menambahkan sebanyak 17.000 ASN TNI-Polri akan dipindahkan ke IKN pada 2024 yang tentunya keberadaan mereka juga membutuhkan energi.
"Kebijakannya memang IKN akan menggunakan Green Energy (Energi Hijau), tapi sesuai teknologi yang tersedia. Membangun implementasi sampai target yang ingin dicapai, itu pastinya ada tahapan yang harus dipenuhi," imbuhnya.
Solar farm pun telah dibangun di IKN sebagai sumber energi listrik yang paling ramah lingkungan karena menggunakan energi surya. Kendati juga perlu dukungan energi lain yang juga lebih hijau, yakni gas. Bukan minyak apalagi batu bara.
"Mungkin bisa saja dipasok dari perusahaan-perusahaan energi yang ada di wilayah SKK Migas. Kita nanti mengundang dan di situ ada proses kolaborasi yang harus terjadi," tuturnya.
Sedangkan Asisten II Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad menyebut Forum Kapaaitas Nasional III 2023 sebagai sarana unjuk kinerja dan unjuk rencana yang pada akhirnya unjuk kolaborasi.
"Kita melihat mereka menghadirkan semua pemangku kepentingan yang mendukung hulu, hilir bahkan kepada UMKM sebagai dampak kegiatan mereka," kata Ujang.
Dirinya berharap pertemuan Kapasitas Nasional IV ke depan memiliki gaung yang lebih besar karena ada dampaknya positif. "Apalagi ada pencocokan bisnis di sini, dan itu sangat penting bagi dunia sekarang," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin