Kedatangan sekitar 10 pedagang yang didominasi emak-emak itu untuk melancarkan protes berkaitan dengan maraknya pedagang asongan yang tiap hari berkeliaran di pelataran Pelabuhan Semayang Balikpapan
Setidaknya ada 10 pedagang yang didominasi para ibu-ibu yang mendatangi Kantor Pelindo IV Balikpapan dan hujan deras yang mengguyur Kota Beriman sejak pagi hingga siang hari tak menyurutkan niat mereka untuk melayangkan kekesalan mereka.
Rusmini, satu dari beberapa pedagang itu mengatakan,
tak hanya satu atau dua pedagang asongan, setiap harinya ada lebih dari 5 hingga 7 pedagang asongan yang berkeliling berjualan. Hal itu menurutnya sangat merugikan bagi pedagang yang berjualan didalam Pelabuhan Semayang. “Dagangan kami jadi sepi karena banyaknya pedagang asongan,” kata Rusmini kepada Korankaltim.com disela aksi protes siang tadi.
Selain itu, pedagang yang berjualan di dalam pelabuhan juga mengeluhkan sejumlah fasilitas pelabuhan yang kini sudah tak berfungsi lagi alias rusak.
"AC di dalam sudah enam bulan terakhir mati. Keran air juga semuanya macet, kami sampai bohong ke penumpang kalau itu lagi diperbaiki," ungkap Rusmini.
Berjam-jam menunggu, General Manager (GM) Pelindo IV Balikpapan Iwan Sjarifuddin pun menemui pedagang namun hanya beberapa menit saja. Iwan menyampaikan pihaknya akan mendatangkan manajer operasional yang menangani langsung persoalan fasilitas dan pedagang asongan.
"Saya mohon maaf, karena kami saat ini mau pamit dulu untuk melayat. Nanti bertemu lagi disini (Kantor Pelindo) untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini," singkat Iwan.
Editor: Aspian Nur