Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Mukri turut hadir pada kesempatan itu. Ia mengatakan, kehadiran dirinya mewakili Ketua Umum PBNU guna memastikan Konferwil di Kaltim berjalan sesuai regulasi dan dapat menjadi percontohan.
Terlebih Kaltim jelasnya terpilih sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara seperti pernyataan Presiden bahwa 2024 IKN sudah pindah di Kaltim.
"Karena apa, Kaltim saat ini akan ada perubahan yang sangat luar biasa menjadi IKN. Oleh karena itu tentu kita semua sebagai masyarakat, khususnya warga NU untuk menyiapkan diri dan bukan jadi penonton. Melainkan menjadi warga NU yang bisa ikut berkontribusi," ujarnya kepada awak media.
Oleh karena itu, perubahan tersebut menurutnya merupakan tantangan serta kewajiban Perwakilan Wilayah (PW) dan Perwakilan Cabang (PC) NU yang ada di Kaltim bagaimana mendorong warganya jemahaanya agar menjadi masyarakat yang mengikuti perubahan zaman yang sudah terjadi. "Apalagi di Kaltim yang nantinya menjadi IKN," jelasnya.
Dirinya juga meyakini, di tahun 2024 akan ada pergerakan perpindahan masa yang luar biasa. Untuk itu menjadi harapan PBNU khususnya PW NU di Kaltim dapat menjadi rol model sebagai contoh.
"Bagaimana paham paham keagamaan masyarakat di Kaltim menjadi toleransi yang intinya tidak bergesekan satu dengan yang lain. Kemudian menjaga paham -paham yang bukan radikal dan paham yang dapat memecah belah bangsa. Jadi NU menjadi contoh bagaimana cara beragama berbangsa dan bernegara," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin