Ketua Bidang Kaderisasi GMNI Balikpapan, Maha Sakti Esa Jaya mengatakan, nantinya 27 peserta itu akan langsung terjun ke masyarakat untuk melakukan analisis sosial di masyarakat pesisir Timur Balikpapan.
Setidaknya ada 5 titik persebaran yang akan langsung didatangi para peserta untuk menyerap segala persoalan yang dialami masyarakat pesisir. Mulai dari kawasan Manggar, Manggar Baru hingga menuju Lamaru.
"Untuk menggali informasi masyarakat sekitar terkait status kependudukan, mata pencaharian, lingkungan dan konflik sosial diwilayah sekitar masyarakat," ucap Maha kepada korankaltim.com.
Nantinya, hasil yang didapat para peserta itu juga akan dikaji oleh para peserta untuk kemudian dilakukan audiensi kepada pihak-pihak berwenang di pemerintahan yang berkaitan dengan keresahan sosial yang dialami masyarakat.
Dia mencontohkan, persoalan yang kerap terjadi di masyarakat kawasan pesisir, seperti terjadinya tumpahan batu bara di perairan Balikpapan Timur belum lama ini. Kejadian-kejadian seperti itu menurutnya akan berdampak bagi masyarakat terutama para nelayan, belum lagi kejadian itu bukan kali pertama ditemukan para nelayan.
"Targetnya bisa menuntaskan sejumlah keresahaan masyarakat pesisir, seluruhnya tidak hanya yang dialami nelayan. Pedagang dan penduduk yang tinggal dikawasan itu itu juga akan kami upayakan,"ungkapnya.
Kegiatan ansos itu juga sebagai wadah fungsi penguatan bagi para peserta yang terlibat. Menurutnya para peserta yang merupakan kader GMNI harus memiliki kepekaan terhadap potensi hingga peroalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.
"Diharapkan kegiatan ansos dapat membawa manfaat dan perubahan ke arah yang lebih baik, untuk masyarakat maupun peserta yang telah terliba aktif dalam kegiatan,"lanjutnya.
Peserta yang terlibat dalam kegiatan ansos itu merupakan mahasiswa dari tiga kampus besar di Balikpapan seperti Universitas Balikpapan, Politeknik Negeri Balikpapan dan STT Migas Balikpapan. Kegiatan itu nantinya akan berlangsung hingga Sabtu (24/6/2023).
Editor: Maruly Zainuddin