Adalah Andira, pemuda 25 tahun yang dikeroyok temannya di komplek pertokoan di kawasan Ruko Bandar, Balikpapan Kota. Andira menceritakan, saat itu ia ditelepon temannya berinisial RA.
Keduanya sempat mampir dikawasan BP, saat itu RA mengajaknya untuk menenggak minuman keras dikawasan Balikpapan Kota.
Usai berkeliling, Andira bersama RA pun pergi menuju kawasan lokasi yang dimaksud. Kemudian keduanya disana telah ditunggu oleh tiga rekan lainnya yang tengah duduk santai.
"Sudah janjian, mau minum-minum memang,"ucap Andira kepada Korankaltim.com siang tadi.
Namun, baru sebentar menenggak minuman keras teman Andira lainnya berinisial CD memukulnya dari arah depan. Tak berselang lama DM dan RA pun turut melakukan hal yang sama.
Andira yang dalam posisi terpojok tak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa pasrah terhadap perbuatan ke tiga rekannya yang tega memukulinya tanpa alasan yang jelas.
"Saya dipukul dibagian kepala, kemudian dari belakang ada lagi yang memukul, dipunggung dan beberapa tubuh saya lainnya,"ungkap Andira.
Andira hingga kini tak mengetahui secara pasti, penyebab ketiga rekannya itu memukulinya. Menurut Andira salah satu dari ketiga pelaku yang dilaporkan nya itu sempat melontarkan kata-kata yang hendak mencampuri urusan rumah tangganya.
Andira sendiri tak mau melibatkan mereka dan bingung dengan perlakuan yang ia terima hingga harus babak belur.
"Saya gak tau salah apa, salah satu pelaku bahkan sempat merekam aksi pengeroyokan itu sambil mencaci saya dengan kata-kata "mampus kamu","terangnya.
Andira yang tak terima dengan perlakuan ketiga rekannya itu pun, langsung mendatangi kantor Polresta Balikpapan untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Ketiga orang yang dilaporkan Andira itu masing-masing berinisial, RA, CD, dan DM.
Andira juga telah melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara, agar laporan pengoroyokan yang dialaminya itu dapat segera diproses oleh pihak kepolisian.
Editor: Aspian Nur