Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, tercatat selama dua hari pihaknya melakukan vaksinasi massal di kawasan tersebut.
Berdasarkan rincian data yang dihimpun, tercatat 48 ekor anjing, dan 576 kucing yang divaksin. Adapun pola yang digunakan yaitu dengan door to door melibatkan dokter hewan dari DP3 serta dokter hewan dari pihak luar.
Dikatakannya, awal mula ditemukannya kasus kucing rabies ini bermula dari adanya kasus bangkai kucing yang ditemukan oleh dokter hewan di wilayah Gunung Bahagia. Saat ditemukan, bangkai kucing terlihat memiliki potensi tanda-tanda rabies.
"Maka dibawa ke dinas kami, kemudian kita bawa kepala bangkai kucing ini ke laboratorium di Samarinda. Ternyata hasil pemeriksaannya dinyatakan positif rabies," ujarnya, kepada awak media, Rabu (14/6/2023).
Oleh karena itu, guna mengantisipasi adanya penyebaran virus rabies tersebut, pada Jumat dan Sabtu pekan lalu, dokter hewan DP3 dibantu dokter hewan pihak luar melakukan vaksin rabies massal.
Dia juga mengatakan, dalam mengantisipasi potensi penyebaran rabies, pihaknya menyiapkan sebanyak seribu dosis vaksin yang diadakan melalui APBD Balikpapan, serta tambahan stok vaksin dari Pemprov Kaltim.
"Kami juga mengimbau kepada pemilik hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera untuk melakukan vaksinasi ke klinik hewan, tidak harus yang ada di klinik pemerintah, di klinik swasta juga bisa," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin