Dia pun berinisiatif mendatangi kantor UPT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Selatan untuk meminta petugas membantunya melepaskan sambungan pipa berdiameter 1,5 inci dengan panjang 6 sentimeter yang tersangkut di jari manis tangan kanannya.
Aldi menceritakan, sambungan pipa itu tersangkut saat ia sedang iseng memainkannya dimana ketika kondisi toko tempatnya bekerja sedang sepi.
Namun tak berselang lama, pipa itu justru tak bisa dilepas. "Sempat minta tolong ke teman, sudah dikasih sabun dan oli, tapi gak lepas-lepas juga," kata Aldi.
Setelah berupaya kurang lebih selama dua jam dengan meminta bantuan temannya itu, Aldi menyerah dan kemudian mendatangi kantor UPT BPBD Selatan. Petugas BPBD yang melihat kondisi pipa yang tersangut itu pun tak bisa melepasnya secara manual. Petugas harus menggunakan alat khusus seperti gunting, tang dan juga bor kecil. Selain itu petugas juga menyiapkan air di dalam wadah dan juga kaca mata untuk melindungi mata korban.
Petugas harus membelah sambungan pipa tersebut. Setelah berhasil, rupanya di dalam sambungan pipa itu terdapat kuningan. Menurut petugas, kuningan itu yang menyebabkan pipa tak bisa lepas dari jari Aldi.
Petugas akhirnya menggunakan alat pemotong kecil seperti gerinda untuk membelah kuningan yang mengganjal sambungan pipa tersebut. Setelah 12 menit, petugas pun akhirnya berhasil melepas sambungan pipa serta kuningan yang ada di dalam pipa dari jemari Aldi tanpa adanya luka sedikitpun.
Kepala UPT BPBD Balikpapan Selatan, Sunarman, mengatakan proses melepas pipa dari jari Aldi yang dilakukan terbilang lama dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya yang ditemui timnya. "Bahkan kami harus beberapa kali mengganti mata gerinda itu,"lanjutnya.
Editor: Maruly Zainuddin