Selain itu terungkap kalau GM pernah bekerja di perusahaan tersebut dan masih memiliki baju yang biasa dipakai karyawan saat bekerja sehingga leluasa melancarkan aksinya mengenakan seragam tersebut.
Kapolsek Balikpapan Utara AKP Bitabriyani mengatakan dengan status mantan pekerja proyek RDMP, GM mudah menyelinap masuk ke areal parkiran tanpa dicurigai pekerja lainnya.
"Dulu bekerja di proyek RDMP, tapi bebera bulan lalu dia sudah berhenti,"ucap Bitabriyani kepada awak media saat press rilis di Polsek Balikpapan Utara, Senin (29/5/2023) sore tadi.
Setiap kali melancarkan aksinya, GM menggunakan pakaian kerjanya untuk mengelabuhi para pekerja dan petugas di proyek RDMP.
Untuk satu kendaraan sepeda motor yang akan dieksekusi, GM hanya memerlukan waktu 2 sampai 3 menit. Kelihaian itu didapat setelah ia rutin menonton tayangan di YouTube. "Sehari bisa 3 - 4 motor di ekseskuinya,"kata Bitabriyani.
Aksi itu rutin dilakukan GM dihari-hari tertentu, seperti pada Senin, Selasa dan Jumat. Dari motor yang dicongkel, GM biasa mendapat HP, Dompet dan tas kecil berisi uang tunai. Beberapa barang curian bahkan ada yang telah laku terjual, dibarter dan sebagian lainnya masih disimpan dirumah kos pelaku.
"Setelah kami kembangkan dan lakukan pemeriksaan di rumah kos nya kami kembali menemukan banyak barang bukti hasil curian lainnya," ungkapnya.
GM mengaku aksi nekat itu dilakukan karena rasa sakit hati. Dulunya merupakan pekerja RDMP, namun saat bekerja, ia pernah menjadi korban pencurian, tas hp dan uang yang disimpan dalam joknya raib.
"Saya cari tau kenapa barang saya di jok bisa hilang, saya belajar dari YouTube, trus saya coba," ungkap GM.
Untuk beraksi, biasanya GM hanya membawa kawat yang telah dibentuk dan ditajamkan pada ujungnya. Setelah beraksi barang hasil curian itu dijualnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. "Buat biaya hidup," akunya.
Editor: Aspian Nur