Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri mengatakan, hal itu bukan tanpa alasan karena gedung parkir, masih minus dalam mengangkat Pendapatan Asli Daerah (PAD)
"Jadi memang untuk biaya pemeliharaan per tahunnya Rp 2 Miliar. Sementara PAD nya sekitar 100 juta pertahunnya. Ini juga yang bagaimana caranya agar ditingkatkan," kata Alwi kepada Korankaltim.com Sabtu (20/5/2023).
Dengan besarnya anggaran yang digelontorkan dalam pembangunan gedung parkir yang diperkirakan mencapai ratusan miliar PAD yang didapatkan tak sebanding.
"Bisa dikatakan gedung parkir ini merupakan program yang mubazir, pembangunannya dengan anggaran yang begitu besar akan tetapi PAD yang didapatkan sangat jauh. Apalagi pemeliharaannya juga pertahun Rp 2 Miliar. Tapi PAD nya hanya sekitar Rp100 juta. Artinya, operasional yang dikeluarkan pemerintah kota di Gedung Parkir ini tidak sebanding," bebernya.
Disamping itu, Alwi katakan, dalam rencana pembangunan gedung parkir tentunya dengan sejumlah kajian. Oleh karena itu,besar harapannya kedepan gedung parkir ini dapat difungsikan secara maksimal.
"Mungkin bisa ditanyakan kepemerintah apa solusi konkrit apakah dialihfungsikan mungkin jadi kantor dewan dan lain-lain. Sehingga lebih bermanfaat," pungkas Alwi.
Editor Aspian Nur