Banjir terpantau menggenang di kawasan Kilomater 13, Kilometer 17 dan Kilometer 18 dimana beberapa rumah warga dan akses jalan juga jembatan ditutupi air.
PS Panit 2 Binmasair DIT Polairud Polda Kaltim Bripka Taufik Ismail kepada Korankaltim.com menjelaskan, informasi yang mereka terima dari jajaran Polariud saat berada di tempat lokasi banjir, banjir yang terjadi di KM 18 menutup akses jembatan dari arah jalan besar yang menghubungan pemukinan.
"Jembatan tertutup banjir tidak bisa dilewati, ada warga yang mau melintas melewati menggunakan mobil tapi karena jembatan terendam banjir harus menunggu air surut terlebih dahulu," jelas Taufik siang tadi.
Sementara untuk pemukiman warga yang dimasuki air berada di kawasan Km 17, di Km 18 hanya akses jembatan yang terendam banjir.
Meski demikian, untuk saat ini kondisi air sudah berangsur-angsur surut. Polairud dibantu dengan warga lain melakukan evakuasi melintasi jembatan dan menggendong anak-anak melintasi jembatan terutama mereka yang ingin ke pasar dan keluar rumah.
"Banjir mulai surut itu bisa dilihat dari air meteran PDAM yang sudah mulai terlihat," sebut Taufik.
Editor: Aspian Nur