Sidak yang digelar tersebut merupakan agenda tahunan jelang Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriyah yang bertujuan mencegah adanya bahan makanan kedaluwarsa maupun segel atau kemasan makanan yang rusak guna menjaga kesehatan masyarakat
Seketaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Muhaimin usai sidak mengatakan, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian pihak Hypermart dalam sidak tersebut.
Di antaranya, terkait konsinyasi daftar harga di belakang parsel. Berdasarkan hasil pengecekan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPOM, ternyata ada antara daftar di belakang parsel dengan isi yang ada di dalam parsel kedaluwarsanya tidak sesuai, ada selisih sekitar setahun.
Kemudian yang kedua, pihaknya juga lihat ada persel yang dibuat oleh pihak Hypermart tidak melampirkan daftar isi dari parsel tersebut.
"Ini juga perlu dilampirkan yang sama agar masyarakat tidak tertipu, artinya yang dibeli, isinya apa bisa dikroscek juga. Kemudian kalau di bawah pula daftar isi tidak sesuai dengan isi, bisa komplain baik kedaluwarsa, jumlah dan sebagainya," jelasnya.
Meski demikian, ia beterima kasih kepada pihak Hypermart sudah menfasilitasi dan ada produk UMKM baik yang di parsel maupun yang dijual di sini.
Akan tetapi memang untuk produk UMKM juga banyak yang mendekati kedaluwarsa. Ada yang bulan Mei, Juni dan saat ini sudah bulan April.
Sementara itu, ditanya mengenai sidak di Pasar Pandan Sari. Ia katakan, di sana rata -rata harga normal. Jadi harga beras premium antara Rp13.500 sampai dengan Rp 14 ribu, Rp15 ribu per Kilogram.
"Jadi masih sama harga beras yang 5 Kilogram dalam kemasan harganya Rp 65 ribu sampai 70 ribu. Wajar kalau mendekati lebaran permintaan semakin tinggi kemudian pasokan berkurang dan akan mengalami kenaikan," jelasnya.
Untuk itu dalam hal ini yang penting adalah, intervensi pemerintah yang diperlukan, seperti adanya pasar murah dan bazar. Akan tetapi disisi lain harga disini masih wajar kenaikannya masih normal- normal saja diangka Rp 65 sampai Rp 70 ribu.
"Kalau stok pangan mencukupi sampai 3 bulan kedepan," pungkasnya.
Editor: Rusdianto