Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan Sutadi mengatakan, aplikasi Srikandi menggunakan empat instrumen. Pertama ada naskah dinas, klasifikasi arsip, klasifikasi kemanan dan akses arsip dinamis. Aplikasi ini nantinya akan digunakan di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah Balikpapan sudah mempersiapkan sejak 2021 lalu dan di 2022 selesai, baru kami launching di tahun 2023 ini," ujar Sutadi kepada Korankaltim.com disela launching.
Aplikasi Srikandi ini bertujuan untuk mengelola arsip digital dan sebagai langkah diuji coba setelah launching dilakukan. Diharapkan melalui aplikasi Srikandi ini naskah dinas dapat terintegrasi secara nasional sehingga berkirim surat bisa dilakukan secara digital.
"Di dalam aplikasi ini, nanti setiap dokumen yang diciptakan masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sudah terekam secara otomatis sehingga arsip digitalnya sudah ada dan lebih mudah mencari pencarian," paparnya.
Dinas Perpustakaan juga sudah punya Input/output Operations Per Second (IOPS) yang suatu aplikasi terkait tata naskah dinas yang sudah dilakukan sebelumnya. Ini sifatnya lokal, hanya internal Kota Beriman.
Melalui aplikasi Srikandi ini cara-cara manual yang dilakukan menggunakan banyak waktu dan ruang dapat dipangkas. "Yang perlu kami siapkan SDM (Sumber Daya Manusia) di masing-masing OPD," bebernya.
Untuk diketahui juga aplikasi Srikandi ini juga merupakan aplikasi Pemerintah Indonesia yang disokong oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Editor: Aspian Nur