Sidang itu, dipimpin Ketua DPRD kota Balikpapan Abdulloh. Usai Paripurna Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan bahwa, momentum HUT Ke-126 Kota Balikpapan ini sebenarnya lebih kepada mempersiapkan Balikpapan menjadi bagian dari kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
"Jadi sampai hari ini kami mengavaluasi apa -apa saja yang belum tercapai, dan jika belum tercapai kami akan berusaha untuk mencapainya," ujar Abdulloh, kepada awak media.
Secara khusus, kata dia peningkatan kesejahteraan masyarakat saat ini yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan.
"Tapi untuk tingkat Kemiskinan kita sangat menurun, dan lapangan kerja meningkat. Hal ini menandakan bahwa ciri ciri kota maju. Apalagi menyambut IKN," bebernya.
Beberapa masukan ia sampaikan agar pemerintah bisa melaksanakannya. Di antaranya adalah, wajib meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Itu yang utama, sehingga masyarakat tidak menjadi penonton di rumah sendiri saat IKN berpindah di Kaltim. Jadi SDM nya itu yang utama," imbuhnya.
Sementara, itu Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menambahkan, dari hasil evaluasi diakuinya memang masih ada yang kurang.
Akan tetapi kekurangan ini pihaknya akan tetap tingkatan khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Walupun masih penuh dengan kekurangan, tetapi Balikpapan masih menjadi yang terbaik khususnya di Kaltim.
Kemudian dengan kekurangan tersebut pihaknya harus bersinergi dan berkolaborasi baik pemerintah pusat, provinsi dan stakeholder dan elemen masyarakat.
"Semua pasti kurang, tapi bagaimana kita bisa menutupi kekurangan itu dengan etos kerja, dengan komitmen, integritas dan loyalitas untuk membangun kota Balikpapan," jelas Rahmad.
Kemudian beberapa upaya saat ini juga telah dilakukan Pemkot Balikpapan, diantaranya peningkatan infrastruktur, penyedian air bersih dan mengatasi banjir minimal mengurangi, sering dengan pertumbuhan penduduk di kota Balikpapan.
"Jadi pembangunan itu harus kami kontrol, jangan sampai ada pembangunan yang baru dan menimbulkan masalah baru banjir. Nah ini juga menjadi perhatian kami," tuturnya.
Rahmad juga terangkan, Balikpapan Sinergi dan Berkolaborasi ini ia melihat masyarakat kota Balikpapan, terlepas dari kekurangan, untuk kelebihan masyarakat Balikpapan masih mempunyai budaya Indonesia Timur, yaitu budaya gotong royong.
Di tengah berbagai suku dan agama yang ada di Balikpapan budaya gotong royong ini masih ada.
Disamping itu ia katakan, untuk bentuk kolaborasi dan sinergi yang paling nyata adalah dukungan semua stakeholder menjaga kota Balikpapan dan mentaati peraturan kota Balikpapan itu saat ini telah terlaksana.
"Kami berharap ini bisa diperhankan dan ditingkatkan sehingga komitmen kita mendukung program pemindahan IKN ini berjalan. Karena kota harus aman dan nyaman," pungkasnya.
Editor: Rusdianto