Adalah mural, lukisan besar yang dibuat untuk mendukung ruang arsitektur di dinding Muara Rapak, menghiasi dan membuat indah pemandangan di tempat tersebut sejak Minggu (29/1/2023) kemarin.
Mural berciri khas Kota Balikpapan itu menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan Murni merupakan pekerjaan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur. "Mural dikerjakan oleh BBPJN, satu paket dengan penataan," jelas Murni kepada Korankaltim.com Senin (30/1/2022).
Jalan simpang Muara Rapak untuk penataan nantinya semua diambil alih BBPJN Kaltim termasuk mural yang sudah terlihat saat ini.
"BBPJN akan ada beautifikasi (memperindah) sendiri. Kami belum ditunjukan disainnya karena mereka masih menyusun," jelasnya.
Untuk pengerjaan pelebaran yang berjalan saat ini diakuinya baru sebagian jalan selesai, sisa dibagian atas yang segera dituntaskan. "Nanti BBPJN yang ambil pengerjaanya, termaksud rencana pembangunan underpass. Targetnya tahun 2024 sudah selesai," sebut Murni lagi.
Kalau sebelumnya Simpang Muara Rapak direncanakan dibangung jalan laying atau fly over, namun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai lembaga teknis tidak merekomendasikan hal tersebut.
"Karena terlalu tinggi dan jelek untuk kota kalau ada fly over., jadi diarahkan underpass. DED (detail enginerring design) dalam penyusunan di balai besar dan ditargetkan tahun depan selesai,tahun ini mulai dikerjakan," paparnya.
Mengenai anggaran, Murni belum bisa merincikan secara pasti, hanya saja dirinya optimistis underpass di tahun 2024 sudah bisa digunakan. Untuk biaya pembebasan lahan Pemerintah Kota Balikpapan menggelontorkan anggaran senilai Rp14 Miliar masih tetap dengan panjang 700 meter.
Editor: Aspian Nur