Pasalnya, mulai Jumat (27/1/2023) malam ini pukul 22.00 WITA hingga tanggal 10 Februari bulan depan jalan tersebut akan ditutup karena adanya pekerjaan peninggian badan jalan setinggi 3 meter dengan panjang 200 meter. Proyek itu masuk dalam program normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Ampal.
Kepada media ini Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani menjelaskan beberapa alternative jalan yang dapat digunakan masyarakat.
"Masyarakat yang dari arah Balikpapan Baru menuju Perumahan Wika alternatifnya bisa melalui Jalan Ruhui Rahayu kemudian ke simpang Traffic Light Dome dilanjutkan ke arah kiri menuju jalan Syarifudin Yoes." Jelas Ropiyani Jumat (27/1/2023) sore tadi.
Begitu juga sebaliknya, masyarakat dari Perumahan Wika menuju ke Jalan MT Haryono Balikpapan Baru melalui Jalan Syarifudin Yoes sampai ke simpang Traffic Light Dome kemudian ke Jalan Ruhui Rahayu.
"Kami sarankan masyarakat yang tidak bertempat tinggal di kawasan itu sebaiknya menggunakan akses lain, misalkan rumahnya yang di kawasan Karang Anyar, Balikpapan Barat mau ke Sepinggan silahkan lalui Jalan kota saja." jelasnya.
Ropiyani menyesalkan terjadinya kemacetan panjang yang Kamis (26/1/2023) kemarin yang mana kendaraan bermotor mengular dari RSKD Balikpapan hingga ke simpang Traffic Light Dome.
"Kalau kemarin, selain belum siap karena belum ada anggota sehingga kemarin dilakukan buka tutup, semoga setelah penutupan total nanti malam berjalan lancar. Kalau hari Sabtu dan Minggu lalu lintas landai, yang kami antisipasi pada hari Senin," harap Ropiyani.
Namun dirinya tidak khawatir, menurutnya sosialisasi penutupan akses Jalan MT Haryono Global Sport ini sudah dilakukan secara masif.
"Karena sudah disosialisasikan masyarakat bisa mengantisipasi jalan mana yang akan dilalui agar menghindari jalan tersebut karena ada penutupan total di Jalan MT Haryono Global Sport,"bebernya.
Yang perlu diwaspadai adalah adanya kecelakaan lalu lintas karena kepadatan pengendara diprediksi dapat terjadi.
"Yang perlu diantisipasi kerawan lalu lintas adalah kemacetan yang dapat menimbulkan Lakalantas kalau kepadatan yang penting mengalir tidak masalah, yang terpenting prioritas minimalisir Lakalantas," tutup Ropiyani.
Editor: Aspian Nur