Masyarakat Tionghoa di Kota Beriman yang memeluk kepercayaan agama Konghucu berduyun-duyun ke klenteng yang berusia ratusan tahun ini, setelah pemandangan tersebut sempat tak terlihat dalam dua tahun terakhir.
Ya, perayaan imlek tahun ini berbeda dengan tahun yang sebelumnya karena adanya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Pencabupan PPKM memmbuat masyarakat yang datang lebih banyak, karena mungkin lebih aman, terutama umat yang lebjh senior yang konsen terhadap kesehatan dapat datang ke klenteng,"kata Wiliam Chandra Ketua Klenteng Guang De Miao atau Setya Darma Balikpapan kepada Korankaltim.com malam tadi.
Kendati sudah tidak ada pembatasan jumlah pengunjung, William tetap meminta kepada masyarakat yang datang agar tetap memakai masker. "Kami juga tetap memasang tanda peringatan protokol kesehatan dan meminta untuk tetap memakai masker," jelasnya.
Rangkaian kegiatan malam tahun baru Imlek diantaranya memberikan layanan ibadah doa ungkapan rasa syukur. "Ada Barongsai juga, tradisi dari masyarakat Tionghoa untuk membuang sial dan membawa rezeki," ungkap William.
Klenteng mampu menampung 300 orang, jumlah itu lebih besar usai dilakukan pemugaran akibat musibah kebakaran dua tahun silam.
"Saat ini dibangun dengan kapasitas lebih besar mungkin estimasi bisa menampung 300-orang. Di klenteng ini bukan ibadah secara bersama-sama namun sesuai dengan umat sendiri langsung datang ibadah dan pulang silih berganti," sebutnya.
Editor: Aspian Nur