"Saat ini jadi yang sudah terealisasi yaitu Tol IKN segmen Karang Joang simpang KKT Kariangau hingga ke Simpang Tempadung dan jembatan Pulau Balang panjang sekira 27 KM."ungkap Purnyoto, Kamis (24/11/2022) siang.
Untuk segem satu yaitu kalau segmen satu yaitu Bandara SAMS Sepinggan menuju Tol Balikpapan-Samarinda sejauh 7,1 KM masih dalam tahap perencanaan. " Yang dari Bandara Sepinggan ke Tol Balsam itu 7,1 KM kita belum ada DED belum jadi."tuturnya.
Kendali klasik yang kerap dihadapi yakni soal pembebasan lahan. "Saat ini belum ada pembebasan itu menjadi kendala sampai saat ini, tapi kami sudah kontrak saat ini penlok nya sudah keluar sekarang proses apresial nantinya secara simultan mana-mana yang bisa (Dikerjakan,Red),"ujarnya.
Ada beberapa segmen yang lahan milik Pemerintah Kota Balikpapan yang saat ini dalam pengerjaan. Selain itu juga ada hibah lahan dari swasta, sehingga mempermudah proses pembangunan jalan.
"Ada beberapa segmen yang itu miliknya Pemkot Balikpapan itu sudah kami kerjakan, ada juga yang dari beberapa pengusaha atau swasta yang menghibahkan kepada kami itu sudah kami kerjakan sehingga progres saat ini itu yang saat ini bisa,"urainya.
Tercatat untuk pembebasan lahan pada 2022 menghabiskan anggaran Rp480 miliar. Ketika pembebasan lahan rampung, maka proses pembangunan langsung dikebut.
"Untuk kelanjutannya setelah lahan selesai baru secara frontal bisa melaksanakan kegiatan itu terutama saat ini fokus dipembebasan lahan itu yang kami kejar. Anggaran jadi kalau 2022 ini untuk lahan sekitar Rp480 miliar, sedangkan alokasi 2023 nanti itu bukan kami,"sebutnya.
Dia optimistis bahwa jalur Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan menuju KIPP akan rampung di 2024."Yang terpenting hingga 2024 itu Presiden sudah berkantor di IKN sehingga perlu akses jalan jadi hingga 2024 bagaimana kami menyediakan akses jalan itu paling tidak pada Juni 2024,"tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Rusdi