"Untuk mengakomodasi kebutuhan para eksekutif, ekspatriat terhadap hunian elit, eksklusif, dan mewah," kata Yoga kepada Korankaltim.com, Selasa (25/10/2022) sore.
Kehadiran The Premiere Hills juga menjadi bagian dari komitmen Agung Podomoro Land (APLN) untuk mendukung rencana pembanguan IKN di Kaltim karena menjadikan Samarinda sebagai salah satu pusat ekonomi Indonesia.
"Sebagai pengembang, kami juga berinisiatif untuk mendukung pemenuhan tempat tinggal bagi jutaan orang yang akan berpindah ke IKN," ujarnya.
Kaltim selama bertahun-tahun telah menjadi pusat ekonomi berbasis sumber daya alam. Banyak perusahaan nasional dan multinasional yang mengembangkan bisnis di sektor migas, batu bara, perkebunan sawit dan pertambangan mineral lainnya.
Faktor inilah yang menjadikan Kaltim sebagai barometer ekonomi Indonesia. Dengan tingkat ekonomi yang tumbuh positif, nilai aset properti di wilayah ini juga sangat tinggi.
"Di wilayah Samarinda rata-rata harga tanah meningkat hingga 15% per tahun. Sementara di kawasan Premium seperti The Premiere Hills kenaikannya bisa lebih tinggi, mengingat lokasinya yang strategis dan eksotis serta didukung fasilitas perumahannya yang sangat premium," sebutnya.
The Premiere Hills memiliki hunian dengan luasan 128 m2 hingga 1.360 m2 sebanyak 191 unit di kawasan seluas 14 hektare. Dengan konsep seperti itu, mayoritas akan didominasi kawasan hijau yang bisa mendorong kenaikan nilai properti lebih tinggi.
Bahkan sejak diperkenalkan awal September 2022, penjualan The Premiere Hills sangat tinggi. Beberapa konsumen ada yang membeli tipe-tipe besar lebih dari 2 unit.
Fakta ini juga sejalan dengan data Bank Indonesia yang mencatat penjualan rumah tipe besar hingga kuartal II-2022 tumbuh hingga 29,86% (yoy). Besarnya permintaan itu paling tinggi dibandingkan rumah tipe menengah dan tipe kecil.
"Properti salah satu instrumen investasi yang paling aman di tengah proyeksi inflasi dan tantangan resesi," yakinnya.
Hal ini sebenarnya telah terjadi saat pandemi lalu, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi pada kuartal II, dan III 2020 dan dinyatakan resesi pada kuartal IV-2020, justru saat itu pertumbuhan penjualan rumah mewah meningkat sangat pesat.
"Karena memang daya tahan industri properti menjadi salah satu yang paling kuat terhadap disrupsi ekonomi seperti ini," tandas dia.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah